31.4 C
Manado
Sabtu, April 25, 2026
spot_img
Beranda ekonomi Adopsi AI Dorong Bisnis Data Center Indonesia Makin Panas

Adopsi AI Dorong Bisnis Data Center Indonesia Makin Panas

MANADO, Radarmanadoonline.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ikut mendorong meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah bisnis pusat data atau data center.


Poin Penting:

  • Adopsi AI membuat kebutuhan data center di Indonesia terus meningkat.
  • Kapasitas pusat data untuk mendukung AI disebut telah mencapai sekitar 500 megawatt.
  • Pelaku industri mulai menyiapkan ekspansi kapasitas data center.
  • Tantangan utama bisnis data center adalah listrik, infrastruktur, dan kesiapan adopsi AI.
  • Data center menjadi fondasi penting bagi ekonomi digital Indonesia.

Dilansir dari Tempo, kapasitas pusat data untuk mendukung AI di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 500 megawatt (MW). Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi untuk teknologi AI semakin besar, baik dari sektor bisnis, layanan digital, maupun aktivitas ekonomi berbasis data.

AI Butuh Infrastruktur Besar

Data center menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi modern. Layanan digital, aplikasi berbasis cloud, platform keuangan digital, e-commerce, hingga sistem AI membutuhkan pusat data yang mampu menyimpan, memproses, dan mengelola data dalam jumlah besar.

Kenaikan kebutuhan tersebut ikut mendorong pelaku industri memperluas kapasitas. Infobanknews melaporkan, Digital Realty Bersama menyiapkan ekspansi sekitar 27 MW karena tingginya utilisasi dan permintaan data center. Perusahaan itu memiliki dua situs pusat data di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat dengan total kekuatan data center mencapai 63 MW.

Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa data center Digital Realty Bersama di Jakarta Barat telah mencapai utilisasi 95 persen dari total kapasitas 1,4 MW. Sementara lokasi di Jakarta Pusat telah terisi sekitar 60 persen dari total kapasitas 5 MW. Kondisi ini menjadi salah satu alasan perusahaan menyiapkan tambahan kapasitas.

Pertumbuhan data center juga tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya penggunaan AI di kalangan individu maupun perusahaan. Infrastruktur data center yang mendukung perangkat AI, termasuk kebutuhan GPU, menjadi semakin dibutuhkan untuk menangani beban kerja atau workload yang besar.

Tantangan Listrik dan Infrastruktur

Namun, pertumbuhan bisnis data center tidak hanya berbicara soal teknologi. Tantangan utama sektor ini mencakup ketersediaan listrik, kesiapan infrastruktur, serta tingkat adopsi AI di Indonesia. Semakin besar kebutuhan komputasi, semakin besar pula kebutuhan energi dan keandalan jaringan yang harus disiapkan.

Kementerian Komunikasi dan Digital sebelumnya juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan lompatan digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Indonesia tidak cukup hanya memperluas infrastruktur, tetapi perlu memastikan teknologi memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Bagi Indonesia, pertumbuhan data center membuka peluang besar. Selain memperkuat ekonomi digital, sektor ini dapat menarik investasi, menciptakan kebutuhan tenaga kerja digital, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi kawasan.

Di sisi lain, daerah juga perlu mencermati perkembangan ini. Kebutuhan data center yang terus meningkat menunjukkan bahwa akses listrik stabil, jaringan internet kuat, dan sumber daya manusia digital menjadi faktor penting untuk bersaing dalam ekonomi berbasis teknologi.

Bagi Sulawesi Utara, isu ini relevan karena transformasi digital tidak hanya menjadi urusan kota besar. Semakin banyak layanan publik, pendidikan, keuangan, dan bisnis yang bergantung pada infrastruktur digital. Jika daerah ingin ikut menikmati manfaat ekonomi digital, kesiapan jaringan, literasi teknologi, dan dukungan infrastruktur perlu terus diperkuat.

Dengan meningkatnya adopsi AI, bisnis data center diperkirakan akan terus menjadi sektor strategis. AI bukan hanya soal aplikasi pintar, tetapi juga soal infrastruktur besar yang bekerja di belakang layar untuk menyimpan dan memproses data.

Karena itu, pertumbuhan data center di Indonesia menjadi sinyal bahwa transformasi digital sedang bergerak ke tahap baru. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga memberi dampak lebih luas bagi daerah dan masyarakat. (rpr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini