MANADO-Radarmanadoonline.com- Perkuat kerjasama strategis antar Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maka Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) SulutGoMalut gandeng BPR Hasa Mitra Makasar guna memperkuat daya saing ketahanan dan kemandirian BPR.
Sekretaris Perbarindo SulutGoMalut Vecky Palit mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk mengokohkan seluruh BPR di daerah.
“Perbarindo memiliki peran stratrgis sebagai wadah pemersatu sekaligus penghubung antar BPR . Dalam menghadapi tantangan industri jasa keuangan yang semakin kompetitif dan ketat,”ujarnya.
Menurutnya, lewat kerja sana ini seliruh BPR di.wilayah SulutGoMalut diharapkan semakin kuat baik dari sisi kelembagaan,likuiditas hingga pengembangan ekosistem usaha,”jelasnya.
Palit menambahkan Perbarindo terua mendorong terciptanya sinergi antar BPR agar tidak berjalan sendiri.
“Selain menjadi wadah komunikasi dan koordinasi, Perbarindo juga berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola, hingga menjembatani kerja sama strategis antar-BPR di berbagai daerah,” tekannya.
Dalam kesempatan yang sama, Owner sekaligus Komisaris Utama BPR Hasa Mitra, Yonggris Lao menjelaskan, esensi utama kerjasama ini adalah memperkuat posisi dan masa depan industri BPR di Indonesia.
Ia menilai perkembangan BPR secara nasional saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Hal itu terlihat dari pengawasan Otoritas Jasa Keuangan yang semakin ketat, serta rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terus menurun secara nasional.
“Target tahun 2030 nanti ada sekitar 1.000 BPR di Indonesia. Karena itu, BPR dituntut harus mandiri dan terus berkembang,” katanya.
Yonggris mengatakan, kehadiran Hasa Mitra dalam kerja sama ini ingin menjadi inspirasi bagi seluruh BPR di SulutGoMalut agar terus tumbuh bersama .
Ia menilai perkembangan BPR secara nasional saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Hal itu terlihat dari pengawasan Otoritas Jasa Keuangan yang semakin ketat, serta rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terus menurun secara nasional.
“Target tahun 2030 nanti ada sekitar 1.000 BPR di Indonesia. Karena itu, BPR dituntut harus mandiri dan terus berkembang,” katanya.
Yonggris mengatakan, kehadiran Hasa Mitra dalam kerja sama ini ingin menjadi inspirasi bagi seluruh BPR di SulutGoMalut agar terus tumbuh bersama dan saling menguatkan.
“BPR harus saling maju,” tegasnya.
Diketahui, saat ini, BPR Hasa Mitra dikenal sebagai salah satu BPR terbaik di Indonesia dengan total aset mencapai Rp3,1 triliun.
Bank tersebut telah berdiri selama 21 tahun dengan mengedepankan prinsip kejujuran, integritas, prudential banking, serta budaya kerja yang sehat.
BPR HasaMitra Makassar kini memiliki sekitar 400 karyawan, 11 kantor operasional, dan menjangkau 28 kota.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama lanjutan antara Hasa Mitra dan BPR di SulutGoMalut.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan ekosistem bisnis hingga penempatan dana HasaMitra pada sejumlah BPR di wilayah SulutGoMalut.
Sementara Dirut Hasamitra Makasar I Nyoman Supartha, SE menambahkan kedatangan tim BPR Hasamitra bertemu Perbarindo SulutMalutGo membawa lima paket yang sangat membantu kemajuan BPR di sini
“Kami siap mendampingi dan membantu akan BPR di sini terutama dalam penyertaan modal dan digitalisasi,”tutulnya. (*/r a m)



