MANADO, Radarmanadoonline.com-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket Nonton bareng (Nobar) serta praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, masyarakat yang menemukan atau menjadi korban dugaan penipuan agar segera melaporkannya kepada aparat kepolisian melalui layanan pengaduan yang tersedia.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers terkait kesiapan pengamanan Piala Dunia 2026 di Gedung TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggandeng Polri untuk mengawal pelaksanaan Nobar Piala Dunia FIFA 2026 di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan menyusul tingginya antusiasme masyarakat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Sebagai pemegang hak siar eksklusif Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia, TVRI menegaskan seluruh penyelenggara Nobar wajib memiliki izin resmi atau lisensi agar kegiatan berjalan legal, aman, dan sesuai aturan hak siar.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang menghadirkan Direktur Pengembangan Usaha Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Retno Wulan Kartiko Purbojati, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, serta Editor in Chief Piala Dunia 2026 LPP TVRI Usman Kansong di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Direktur Pengembangan Usaha LPP TVRI Retno Wulan mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 200 penyelenggara Nobar resmi yang mengantongi lisensi dari TVRI.
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mendekati kick-off turnamen.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Kami memprediksi jumlah ini akan bertambah. Oleh karena itu, penting bagi TVRI untuk memastikan Nobar ini terselenggara dengan aman dan nyaman,” ujar Retno Wulan.
Pihak TVRI juga mengimbau masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha yang ingin menggelar Nobar Piala Dunia FIFA 2026 untuk segera mengurus izin resmi melalui portal yang telah disediakan.
Langkah ini penting untuk menghindari pelanggaran hak siar sekaligus memastikan kegiatan Nobar masuk dalam pengawasan keamanan.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, Polri siap memberikan dukungan penuh dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan Nobar di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengamanan dilakukan secara humanis dengan fokus menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang menikmati pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bersama-sama.
“Polri berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan pesta sepak bola ini. Fokus kami adalah memastikan setiap titik nonton bareng yang telah terdaftar memiliki asistensi pengamanan yang memadai,” kata Trunoyudo.
Dia menambahkan, pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap lokasi Nobar memenuhi standar keamanan serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban akibat tingginya euforia penonton.
Seperti diberitakan, perhelatan Piala Dunia 2026 tinggal menghitung waktu menuju kick-off perdana pada Juni mendatang.
Turnamen terbesar sepak bola dunia itu akan menjadi edisi bersejarah karena digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Selain itu, jumlah peserta juga bertambah menjadi 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup, menjadikannya Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.
Piala Dunia 2026, berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli.
Terdapat 104 pertandingan yang akan digelar di 16 kota tuan rumah.
Pertandingan pembuka digelar di Stadion Azteca, Mexico City, dan final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.(htm/hrc/axm)




