MENDEKATI PILHUT 17 JUNI
MINAHASA-Radarmanadoonline.com- Atmosfer pada 131 desa di kabupaten Minahasa memanas meski ada hiburan even Piala Dunia sepak bola. Pemicunya, terkait Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) 17 Juni mendatang.
Tak heran dukung mendukung dengan berbagai strategi dimainkan para calon maupun tim sukses serta pendukung.
Tak terkecuali di kecamatan yang terbanyak desanya, seperti Sonder misalnya. Di kecamatan Sonder dengan 19 Desa akan melaksakan kontestasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) khusus untuk 10 desa.
Sepuluh desa itu sesuai regulasi harus melaksanakan pemilihan dimaksud.
Hanya saja, bisa dipastikan dari 10 desa tersebut 7 desa otomatis akan memiliki hukum tua baru. Sebab, hukum tua yang masih menjabat di 7 desa tersebut memilih tidak ikut dalam ajang demokrasi tertua di Indonesia itu.
Adapun 7 desa tersebut masing-masing Tounelet (Mefry Mandagi), Tounelet 1 (Betfien Rinny Tenda), Talikuran 1 (Elsje Wowor), Kauneran 1 (Olga Mangare), Rambunan ( Villy Sangkay), Sawangan (Rudy Samola), serta Desa Teladan Sulut 2018, Leilem (Victor Tenny Roring).
” Masing-masing dengan alasan berbeda untuk tidak ikut dan tentunya kami menghargai keputusan mereka,” kata Camat Sonder Diany Albert Dien, SSTP, MSi.
Namun para hukum tua tersebut tetap menjalankan tugas sampai hukum tua baru terpilih dan kemudian tahapan serah terima.
Sementara, ada tiga desa di kecamatan tersebut memilih untuk masuk pencalonan kembali yakni Kolongan Atas 1 (Wendy Pongoh), Sendangan 1 (Swingly Wangko) dan Talikuran 1 (Yerry Stefen Tambuwun).
Sementara 9 desa lainnya telah menggelar Pilhut pada 2022 lalu yang sejatinya berakhir 2028 hanya saja ada perjuangan Apdesi maka ditambahkan menjadi 2 tahun lagi sampai 2030 karena telah ditetapkan 8 tahun.
“Sesuai regulasi maka ada Plt dari kecamatan di tiga desa yang hukum tua nya ikut pemilihan,” kata Dien yang pernah mengisi jabatan Hukum Tua (lowong) Kauneran, Kasie PMD Kecamatan, Sekcam dan saat ini Camat di wilayah tersebut.
WAREMBUNGAN

Sementara yang menarik juga di desa yang tercatat pemilih terbanyak yakni Warembungan. Desa di kecamatan Pineleng tersebut akan terjadi adu kuat demi menarik simpati sekitar 3000 an pemilih.
Maklum saja data yang ada Warembungan memiliki penduduk sekitar 6000 an jiwa. Tak heran jika ada nama legislator Minahasa Rommy Leke yang basis suaranya dari desa tersebut sebab dia penduduk di situ.
Dan salah satu kontestan masih saudara dekat dia yakni Yulius Leke.
Suami dari dosen FH Unsrat Dr Meylan Masye Maramis, SH, MH tersebut akan “berduel” dengan Jouce Sumakul, Sekdes setempat yang sejak Hukum Tua dipegang Frida Tangkumahat.
Warembungan sendiri dikenal desa yang memiliki banyak sumber daya seperti material bebatuan untuk bangunan, pertanian dan perkebunan serta mata air.
Mata air ini juga yang salah satu lokasinya milik Yulius yang bahkan telah melalui uji BPOM dan sudah dikemas dalam bentuk mineral cup. Juga telah masuk pasaran di Sulawesi Utara.
” Saya siap.mengabdi untuk masyarakat di Warembungan. Tentunya semua jika dipercayakan dan diperkenankan Tuhan maka saya siap menjalankan amanah,” kata Yulius.
(r a m)
