27.4 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda Sulut Kerukunan Umat Beragama Terjalin di Pawai Paskah GMIM Eben Haezer Kombos, PGI:...

Kerukunan Umat Beragama Terjalin di Pawai Paskah GMIM Eben Haezer Kombos, PGI: Kebangkitan Kristus adalah Kebangkitan Pengharapan

MANADO-Setelah memperingati Jumat Agung-Kematian Yesus Kristus di Kayu Salib di Bukit Golgota, Jumat (29/3/2024), umat Kristen di dunia termasuk di Indonesia merayakan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus, Minggu (31/3/2024). Di jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Eben Haezer Kombos, Wilayah Manado Wawonasa Kombos (Mawakom) rangkaian Paskah diawali pawai obor. Pawai dimulai pukul 4.30 Wita didahului kidung pujian rohani berjudul Dikau Yang Bangkit dan berdoa dipimpin Pdt Edger Runtulalo S.Th. Selanjutnya, ratusan jemaat bergabung di kolom masing-masing dan Anak-Anak Sekolah Minggu (ASM) menyalakan obor. Pawai yang dimulai pukul 04. 30 Wita dan mengambil star di jalan Arie Lasut depan Gereja GMIM Eben Haezer Kombos juga dilepas oleh Pdt Edger Runtulalo S.Th. Suasana kerukunan terlihat saat para peserta pawai Paskah yang penuh sukacita itu melintasi Kelurahan Ternate Tanjung. Saat itu sejumlah umat Islam baru saja melaksanakan sholat subuh di masjid Al Mufied, Ternate Tanjung seusai sahur. Beberapa jamaah yang berada di depan masjid ikut menyaksikan para peserta pawai Paskah yang terdiri dari unsur BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, dan Anak) yang sedang melintas di depan mereka. Diketahui, jemaat Kolom 1 GMIM Eben Haezer Kombos berdomisili di Kelurahan Ternate Tanjung. Setelah melewati Kolom 1, Kelurahan Ternate Tanjung, ratusan peserta pawai masih akan melewati beberapa lokasi di Kelurahan Kombos Timur, namun hujan mulai mengguyur  dan rute pun di perpendek. Para peserta pawai langsung kembali ke Gereja GMIM Eben Haezer sekaligus mengikuti ibadah Paskah dipimpin Pdt Amelia Maringka, S.Th. Tema ibadah Pergi dan Katakanlah Yesus Sudah Bangkit. Pembacaan Alkitab diambil dari Kitab Perjanjian Baru Matius 26: 1-10 dengan judul Kebangkitan Yesus. “Kita Menyembah Tuhan Yang Hidup,” kata Pdt Amelia Maringka, S.Th. Di ibadah Paskah tersebut puji-pujian dibawakan Anak-Anak Sekolah Minggu, jemaat Kolom 19, dan panitia PHRG 2024 dengan lagu berjudul Bersyukurlah. Selain itu, baca Mazmur oleh ASM Kolom 11, Clara Lolloh, dengan bacaan kitab Mazmur 22 : 1-6 dengan judul Allahku, mengapa Kau tinggalkan aku?. Dalam ibadah ini, juga disampaikan pesan Paskah tertulis dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang dibacakan oleh Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Eben Haezer Kombos Pnt Josep Dalawa. Tema Paskah PGI tahun ini adalah Hidup sebagai Alat Kebenaran-Nya dengan merujuk pada Roma 6:13. Dalam pesan Paskah PGI disampaikan bahwa orang percaya yang telah lepas dari kuasa dosa diundang masuk ke dalam kehidupan baru bagi Allah melalui Yesus Kristus dalam kuasa Roh Kudus. Hidup dalam Kristus adalah hidup yang berserah kepada Allah dan memberikan tubuh sebagai senjata atau alat kebenaran Allah. Pada bagian lain dikatakan, melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk memilih berdasarkan etika kehidupan dan integritas Kristiani. Dalam etika Kristiani, kita setidaknya dituntun lewat tiga kriteria penilaian, yakni kebenaran, kasih, dan kebebasan. Kebenaran berdasarkan iman kepada Kristus menuntun umat beriman kepada kekudusan hidup. Kasih didasarkan pada kebajikan Kristiani, yakni kualitas yang mengarahkan orang percaya untuk bertindak bijaksana, menghindari godaan, dan memperjuangkan hidup yang berkeadilan dan berkeadaban. Kebebasan yang dimaksud adalah kemerdekaan untuk mengabdi kepada perintah Allah dan melawan kuasa dosa. Kita diingatkan untuk tetap menjadi alat kebenaran-Nya dan tidak hidup lagi di bawah kuasa dosa dengan berbagai wajah buramnya, entah berupa korupsi, kolusi, nepotisme, ataupun politik uang dan identitas. Sebagai alat kebenaran Allah, gereja-gereja dipanggil untuk tetap bersikap kritis dan menolak segala praktik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan kepentingan rakyat. Pada pesan Paskah PGI, juga disampaikan bahwa kita bersyukur bahwa pada awal masa Paskah 2024, sebagai bangsa yang menganut sistem demokrasi, Indonesia telah menyelenggarakan Pemilihan Umum. Meskipun berbagai masalah masih perlu dituntaskan demi kemaslahatan segenap bangsa, kita berharap agar dinamika-dinamika sosial-politis yang berkembang tidak mengorbankan keutuhan bangsa kita. Doa dan harapan kita bersama, kiranya semua yang terpilih secara sah untuk mewakili aspirasi dan kepentingan dari berbagai elemen bangsa dipakai Allah menjadi alat kebenaran demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia. Kita diingatkan untuk tetap menjadi alat kebenaran-Nya dan tidak hidup lagi di bawah kuasa dosa dengan berbagai wajah buramnya, entah berupa korupsi, kolusi, nepotisme, ataupun politik uang dan identitas. Sebagai alat kebenaran Allah, gereja-gereja dipanggil untuk tetap bersikap kritis dan menolak segala praktik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan kepentingan rakyat. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan pengharapan! Sembari menantikan kebangkitan bersama Kristus kelak, dalam kehidupan kini, kita diundang untuk mengabdi kepada Allah sebagai hamba-hamba kebenaran (Rm. 6:18). Diakhir pesannya PGI Menyampaikan Selamat Paskah, serta salam dan doa dari Majelis Pekerja Harian PGI dengan Ketua Umum Pdt Gomar Gultom dan Sekretaris Umum Pdt. Jacklevyn F. Manuputty.(xm)

Baca Juga:  Kuatkan Kompetensi untuk Tingkatkan Layanan, PLN UID Suluttenggo Gelar Pelayanan Teknik Competition

 

Bagaimana Pendapatmu?