28.5 C
Manado
Kamis, Juni 11, 2026
spot_img
Beranda Nasional SPBU Sonder Kabal ? Terry : Pertamina Tebang Pilih !

SPBU Sonder Kabal ? Terry : Pertamina Tebang Pilih !

blank

SONDER -radarmanadoonline.com-SPBU Sonder benar-benar kabal ! Pasalnya, SPBU tersebut kembali jadi viral di medsos gara-gara melakukan pengisian galon disaat antrian panjang terjadi.
Dalam unggahan di salah satu akun di medsos yang terekam lewat kamera ponsel konsumen, petugas SPBU terlihat tengah melakukan pengisian galon.
Pihak SPBU setempat ketika dihubungi mulai dari pengawas bernama Glein Gara dan juga manajer SPBU setempat Lidya Rondonuwu tak membaca pesan untuk dikonfirmasi.
SPBU tersebut juga pernah viral tahun lalu. Saat itu sempat terjadi pengisian BBM jenis Pertalite tidak dimulai dari angka 0.
Alhasil kejadian itu pun muncul di medsos. Saat itu pengawas dan manajer juga saling lempar bola.
” SPBU itu sudah banyak kejadian. Apalagi saat langka-langkanya solar justru malah mereka menyalurkan malam disaat antrian terjadi dipagi hari. Padahal stok ada,” kata dua warga asal Sonder.
Pengamat sosial Terry Umboh menyebut bahwa pihak yang membawahi SPBU, seperti Pertamina Regional Operasi VII Manado, jangan lepas tangan terhadap hal ini.
” Kami memaklumi jika banyak warga yang berusaha menyediakan BBM dalam galon yang kemudian untuk ditampung dalam botol karena itu sangat membantu bagi kendaraan yang tidak ingin masuk antri di pomben,” kata dia.
Hanya saja, jika terjadi antrian di SPBU sebaiknya utamakan dulu pengisian kendaraan. Galon bisa disiasati waktu kalau tidak terjadi antrian.
” Kalau pun masih ada SPBU yang dikenal banyak melakukan tindakan yang aneh-aneh harus ditindaki Pertamina,” kata Terry.
Ia menyebut SPBU Tombariri pernah dipanggil Pertamina menyusul adanya aduan seperti masalah di SPBU Sonder tersebut.
” Manajemen SPBU yang lagi disorot juga harus dipanggil. Jangan tebang pilih,” tegas dia.
Sebelumnya, SPBU milik mantan Wabup Mitra Ronald Kandoli ini juga pernah digoyang konsumen. Pemicunya, konsumen pengendara motor yang mengisi BBM jenis Pertalite kaget karena harus membayar lebih padahal kapasitas tankinya 8 liter.
Ternyata petugas SPBU setempat tidak memulai dari angka nol.
Senada dengan Terry, Deputi Infokom Brigade Manguni Decky Maskikit juga menyuarakan hal sama.
” Pertamina sepertinya abaikan soal begini bahkan tutup mata. Kami akan laporkan ke pihak BUMN SPBU yang kabal-kabal,” kata Decky. (ram)

Baca Juga:  Beredar di Medsos, RS ODSK Berganti RS Marie Thomas, Dr Michaela Paruntu Bangga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini