MANADO-Setelah mengikuti rapat konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka Sulawesi Utara (Sulut) di Ballroom 1 Hotel Aryaduta, Sabtu (6/1/2024), bidang-bidang dalam TKD Capres Prabowo Subianto-Cawapres Gibran Rakabuming Raka Sulut semakin intens dan kompak. TKD Prabowo-Gibran Sulut Bidang Pengamanan misalnya, langsung menggelar rapat kordinasi pengamanan lapangan di salah satu cafe di Manado, Kamis (11/1/2024) malam. Rapat kordinasi yang dipimpin Ketua Kordinator TKD Prabowo-Gibran Sulut Bidang Pengamanan, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri (Purn) Hendrik I Darenoh dihadiri oleh semua anggota. “Harapannya kepada TKD Prabowo-Gibran Sulut khususnya bidang pengamanan tetap kompak dan bersatu padu dalam menjamin kelancaran pelaksanaan kampanye sampai dengan pelaksanaan Pemilu dan hasilnya,” kata Letkol Infanteri (Purn) Hendrik I Darenoh kepada radarmanadoonline.com, Jumat (12/1/2024). Mantan Pabandya Wanwil Sterdam XIII/Merdeka dan mantan Instruktur di Pudikif Pussenif Bandung ini juga berharap, TKD Prabowo-Gibran Sulut Bidang Pengamanan tetap bersatu sambil menarik simpati dan dukungan dari warga masyarakat Kawanua (Sulut) untuk bersatu memilih Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wakil Presiden 2024 berdarah Kawanua dengan satu putaran saja. Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Akbar Himawan Buchari meyakini, Pemilu Presiden (Pilpres) satu putaran bakal menjadi kenyataan. Tanda-tandanya, kata Akbar, semakin jelas, dan dapat dirasakan. Akbar tidak begitu peduli dengan apa yang dilakukan tim dari Pasangan Calon (Paslon) 01 dan 03. Baginya, TKN Prabowo-Gibran telah bekerja keras dan akan mendapat hasil terbaik. “Jika mereka berencana berkoalisi di putaran kedua, itu sah-sah saja. Namun, melihat kerja keras tim selama ini, saya tetap yakin Pilpres bisa satu putaran,” ujarnya dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/1/2024). Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) memprediksi terbentuknya koalisi baru jika Pilpres berlangsung dua putaran. Biasanya, koalisi baru ini diisi oleh partai-partai pengusung pasangan Capres-Cawapres yang menduduki peringkat dua dan tiga dalam perolehan suara. Menanggapi wacana tersebut, Akbar tak menganggapnya sebagai ancaman. Apalagi, melihat hasil sejumlah lembaga survei, elektabilitas Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam tren positif. Survei yang dilakukan lembaga riset internasional Ipsos Public Affairs pada 27 Desember 2023 hingga 5 Januari 2024 menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran 48,05 persen. Sementara, Anies-Imin mendapat 21,80 persen, dan Ganjar-Mahfud 18,35 persen. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan 1-7 Januari 2024 juga menunjukkan Paslon nomor urut 02 unggul terhadap kompetitornya. Elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 42,3 persen, Anies-Imin 34,5 persen, dan Ganjar-Mahfud 21,5 persen. “Ini hasil lembaga survei. Dinamika yang terjadi antara 01 dan 03 saja. Paslon nomor urut 02 masih tetap leading (terkemuka). Malah di beberapa survei, Prabowo-Gibran sudah menang di Pulau Jawa,” ungkap Akbar. Dari sisi sentimen, Prabowo juga mendapat berkah dari serangan Anies saat Debat Pilpres ketiga. Pengamatan Akbar, pemilih di Indonesia itu justru empati pada orang yang diserang. “Ternyata begitulah publik. Mereka tahu siapa yang benar-benar tulus untuk Indonesia,” tuturnya. Artinya, para pemilih tetap meyakini Prabowo-Gibran lebih baik dibandingkan Paslon lain. “Apapun strategi yang dilancarkan, dan narasi yang mereka bangun, faktanya Prabowo-Gibran masih dipercaya masyarakat,” kata Ketua Dewan Pembina Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) ini.
Lagipula, Pilpres satu putaran banyak manfaatnya bagi Indonesia. Pertama, dari sisi anggaran. Negara akan hemat Rp 27 triliun jika Pilpres sudah bisa ditentukan pasca pencoblosan, 14 Februari 2024 nanti. Rinciannya, Rp 17 triliun untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan putaran kedua, dan Rp 10 triliun untuk keamanan dan lainnya. Kedua, seluruh elemen masyarakat bisa menyimpang energinya. Karena suka atau tidak, banyak energi yang terbuang dari perhelatan Pilpres ini. Ketiga, politik lebih cepat stabil, dan berdampak positif bagi perekonomian nasional. “Jadi banyak sekali manfaatnya. Selain berhemat, investor yang semula wait and see, bisa lebih cepat  mendapat kepastian siapa yang akan memimpin Indonesia. Sehingga, bisa segera menanamkan modalnya di Indonesia,” pungkas Akbar.(vic/axm)



