MANADO-radarmanadoonline.com- Pencanangan program Kelurahan Maritim Unggul dari Tim PPK Ormawa PSP FPIK Unsrat sebagai salah satu tim Unsrat yang lolos pendanaan oleh Kemendikbudristek mendapat suport pemerintah terkait pengembangan perikanan di kawasan pantai Malalayang Satu Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan Rabu (12/6/2024).
Tim FPIK Unsrat sendiri dipimpin Dekan Dr Ir Royke Montolalu Msi dan Wakil Dekan 3 FPIK Dr Ir James Paulus Msi bersama dosen pendamping Prof Dr Ir Lefrant Manopo Msi, sejumlah dosen FPIK dan Tim Kerja PPK Ormawa Unsrat Dr Ir Diane Pioh Msi ( Ketua), Dr. Nickson Kawung MSi (Sekretaris) dan Dr Ir Lucia Lambey Msi. Dari pemerintah setempat hadir Sekcam Frangky Tangka dan lurah.
Dekan Dr Ir Royke Montolalu menyebut bahwa program Kelurahan Maritim Unggul sangat berpotensi mengembangkan program pemberdayaan masyarakat setempat.
Terkait kemaritiman tentunya tentang peningkatan produksi perikanan.
Frangky Tangka sebagai Sekcam sangat apresiasi untuk masuknya program inibdi Wilayah Malalayang Satu Timur.
Sebagai pemerintah Tangka mengajak masyarakat untuk bersama sukseskan program yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat nelayan khususnya.
Sementara Ketua Tim Kerja PPK Ormawa Unsrat Diane Pioh atas nama pimpinan perguruan tinggi menyampaikan apresiasi dan trima kasih pihak-pihak terkait. Ia pun menguraikan bahwa orientasi kegiatan adalah pengabdian berkelanjutan dari apa yang dibuat saat ini sangat memberi dampak positif kedepan.
Diharapkan program ini menghasilkan Inovasi2 terbaru sebagai luaran menuju Abdidaya Bali 2024.
Program PPK Ormawa berlangsung selama 5 bulan mulai Juni sd Oktober 2024.
Tim PPK Ormawa FPIK sendiri mengurai 4 program unggul. Seperti program rakit besar 8 x 8 meter sebagai alat bantu kelengkapan untuk penangkapan ikan.
“Juga akan jadi objek wisata sebab sarana terapung,” terang Maria Lepong, dari Tim PPK Ormawa FPIK.
Program kedua ojek laut. Perahu-perahu nelayan bisa dimanfaatkan untuk.ke rakit besar. Program ketiga adalah belajar bersama dimana ilmu dan.praktik dikolaborasikan antara mahasiswa dan masyarakat.
Dan program keempat adalah bisa ditrrima oleh masyarakat dan menjadi juga bahan masukan bagi pemerintah setempat dan Kota Manado.
Luaran akhir yang sangat menarik adalah menghasilkan “Kios Hasil Nelayan” yang nanti diolah Ibu-ibu Nelayan. (ram)

