28.6 C
Manado
Kamis, Juli 2, 2026
spot_img
Beranda Nasional “KEPERAWATAN LEBIH DARI SEKADAR PROFESI MEDIS”

“KEPERAWATAN LEBIH DARI SEKADAR PROFESI MEDIS”

blank
Screenshot

Radarmanadoonline.com, Manado –

Profesi keperawatan merupakan pilar fundamentaldalam sistem pelayanan kesehatan yangseringkaliterabaikan. Dibalik seragam putih danperalatan medis,terdapat jejaring kompleks profesionalisme yangmelampaui gambaran sederhana sebagaipembantu dokter” yangselama ini dipahami masyarakat umum.

Sejarahmencatat bahwa keperawatan telah mengalamitransformasi signifikan dari waktu ke waktu. Daripraktiksederhana merawat pasien,profesi ini kini telahberkembang menjadi ranah profesional yangmembutuhkanpendidikan tinggi,keahlian khusus, dankompetensimultidimensional.Seorang perawat moderntidak sekadarmemberikan obat atau merawat luka,tetapi menjadikoordinator asuhan kesehatan holistik yangmemperhatikandimensi fisik,psikologis,sosial, dan spiritualpasien.

Kompleksitas peran keperawatan tercermin dalamtantangan yangdihadapinya.Mereka bukan hanya pemberilayanan kesehatan,melainkan jugapendidik,advokatkesehatan masyarakat,peneliti, danagen perubahan dalamsistem kesehatan.Setiap harinya, paraperawat berhadapandengan situasi kritis yangmemerlukan kemampuanpengambilan keputusan cepat,empati mendalam, danpengetahuan ilmiah yangkomprehensif.

Konteks globalsemakin menegaskan pentingnyaprofesi keperawatan.Pandemi COVID-19telahmengungkapkan secara nyata peran kritis mereka sebagaigardaterdepan dalam menghadapi krisis kesehatan.Merekabukan sekadar pelaksana protokol medis,tetapi jugapemberi dukungan psikologis,penerjemah informasi medis, danpemberi harapan ditengah ketidakpastian.Tantanganini membuktikan bahwa keperawatan jauh lebih kompleksdaripada sekadar prosedur klinis.

Secara akademis,pengembangan profesi keperawatantelah mencapai level yang sangattinggi. Pendidikankeperawatan kini mensyaratkan gelar sarjana,bahkanmagister dandoktoral,dengan kurikulum yangmencakupilmu kedokteran,psikologi,sosiologi,etika, danmanajemen kesehatan. Paraperawat tidak lagi dipandangsebagai tenaga teknis,melainkan sebagai mitra strategisdalam ekosistem pelayanan kesehatan yangsemakincanggih dankompleks.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Sulut, Kapolda Pastikan Polri dan TNI Siap Melakukan Pengamanan

Tantangan ke depan semakin menuntutprofesionalisme tinggi.Kemajuan teknologi kedokteran,perubahan demografis penduduk,kompleksitas penyakitmodern, dantuntutan pelayanan kesehatan personalmengharuskan perawat terus mengembangkan kompetensi.Mereka bukan sekadar mengikuti perkembangan,tetapimenjadi motorpenggerak inovasi dalam sistem kesehatan.Profesionalisme keperawatan di era modernbukan sekadarkemampuan teknis,melainkan kombinasi kompleks antarakeahlian ilmiah,kecerdasan emosional,etika profesi, dankomitmen sosial yangmendalam.

Menurut Undang-Undang Republik IndonesiaNomor38Tahun 2014tentang Keperawatan,Perawat adalahseseorang yangtelah luluspendidikan tinggi Keperawatan,baik didalam maupun diluar negeri yangdiakui olehPemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Peranperawat yangutama dan palingbanyak disorotdandiketahui olehmasyarakat adalah sebagaipelaku/pemberi asuhan keperawatan,perawat dapatmemberikan pelayanan keperawatan secara langsung dantidak langsung kepada klien,menggunakan pendekatanproseskeperawatan yangmeliputi :melakukan pengkajiandalam upaya mengumpulkan data daninformasi yangbenar,menegakkan diagnosa keperawatan berdasarkanhasil analisis data,merencanakan intervensi keperawatansebagai upaya mengatasi masalah yangmuncul danmembuat langkah/cara pemecahan masalah,melaksanakantindakan keperawatan sesuai dengan rencana yangada danmelakukan evaluasi berdasarkan respon klien terhadaptindakan keperawatan yangtelah dilakukan.

Namun sering kita,sebagai perawat,tidak menyadaribahkan cenderung melupakan,bahwa Perawat tidak sajabertugas/berperan sebgai pemberi pelayanan asuhankeperawatan namun masih ada peran/tugas lain yangdimiliki olehperawat. Pada Pasal 29ayat 1 UUNomor 38Tahun 2014dikatakan bahwa dalam menyelenggarakanPraktik Keperawatan,Perawat bertugas sebagai:

Baca Juga:  Sustain Kelola Manajemen Risiko, PLN Sabet Penghargaan di ASEAN Risk Award 2024


a.pemberi Asuhan Keperawatan
b.penyuluh dankonselor bagi Klien
c.pengelola Pelayanan Keperawatan
d.peneliti Keperawatan
e.pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang; dan/atau
f.pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu.

Saatini duniakeperawatan semakin berkembang.Hampir duadekade profesi ini menyerukan perubahanparadigma.Perawat yangsemula tugasnya hanyalah semata–mata menjalankan perintah dokter kini berupayameningkatkan perannya sebagai mitra kerja dokter sepertiyangsudah dilakukan di negara – negaramaju.Perawatdianggap sebagai salahsatu profesi kesehatan yangharusdilibatkan dalam pencapaian tujuan pembangunankesehatan baik di duniamaupun di Indonesia.

Sebagai sebuah profesi yangmasih berusahamenunjukkan jati diri,profesi keperawatan dihadapkanpadabanyak tantangan.Tantangan ini bukan hanya darieksternal tapi jugadari internalprofesi ini sendiri.Untukitu perawat dituntut memiliki skill yangmemadai untukmenjadi seorang perawat profesional.Seiring denganberjalannya waktu danbertambahnya kebutuhan pelayanankesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuandanketerampilan diberbagai bidang. Saatini perawatmemiliki peran yanglebih luas dengan penekanan padapeningkatan kesehatan danpencegahan penyakit, jugamemandang klien secara komprehensif.

HAMBATAN DALAM PROFESI KEPERAWATAN

Profesi keperawatan menghadapi berbagai hambatan yangdapat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan.Berdasarkan penelitian danlaporan yangada,beberapahambatan utama yangdihadapi olehperawat meliputi:

1.Kurangnya Dukungan dari Keluarga:Dukungan dariorangtua dankeluarga sangatpenting dalam pelaksanaanasuhan keperawatan,terutama dalam konteks perawatananak.Ketidakmampuan keluarga untuk memahami danmendukung tindakan perawat dapat menghambatefektivitas perawatan yangdiberikan.
2.Keterbatasan Fasilitas Rumah Sakit: Banyakrumah sakitmengalami keterbatasan fasilitas yangmemadai,sepertiruang tindakan yangtidak memadai dankurangnya alatbantu bermain untuk anak. Halini dapat mengurangikenyamanan pasien danmemperburuk pengalamanperawatan.
3.Perbedaan Persepsi antara Perawat danKeluarga:Kesalahpahaman antara perawat dankeluarga pasiensering kaliterjadi, yangdapat menyebabkan konflik danmenghambat komunikasi efektif. Inimenuntut perlunyapelatihan lebih lanjut bagi perawat dalam berkomunikasidengan keluarga.
4.Kurangnya Pengalaman Kerja Perawat:Pengalamankerja yang minimdapat mempengaruhi kualitaspelayanan yangdiberikan olehperawat.Perawat barumungkin menghadapi kesulitan dalam situasi kritis, yangdapat berdampak padakeputusan klinis.
5.BebanKerja yang Tinggi: Banyakperawat mengalamibeban kerja yangberlebihan,terutama dirumah sakitdengan kekurangan staf. Halini tidak hanyamenyebabkan stres tetapi jugadapat meningkatkan risikokesalahan dalam pelayanan.

KESIMPULAN

Baca Juga:  Mengapa Pemerintahan Cina Tidak Menyukai Taiwan: Dinamika Politik dan Kekuasaan Regional yang Kompleks

Hambatan-hambatan ini menunjukkan bahwa untukmeningkatkan kualitas pelayanan keperawatan,diperlukanperhatian lebih terhadap dukungan dari keluarga,peningkatan fasilitas rumah sakit,serta pelatihankomunikasi bagi perawat. Selainitu,pengelolaan bebankerja danpeningkatan pengalaman kerja jugamenjadifaktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yanglebih baik bagi perawat.Dengan mengatasi hambatan-hambatan ini,diharapkan kualitas asuhan keperawatandapat meningkat,memberikan dampak positif bagi pasiendanmasyarakat secara keseluruhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini