

MANADO-Radarmanadoonline.com-Setelah melakukan promo dan tampil di berbagai pameran serta fashion show, Batik Keke melenggang ke mancanegara. Batik Keke dilibatkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) pusat untuk mengikuti World Expo di Osaka Jepang. World Expo tersebut diikuti oleh 150 negara. Dalam kesempatan tersebut Batik Keke bersama beberapa produk UMKM Indonesia diikutsertakan. World Expo Osaka Jepang adalah pameran dunia internasional berskala besar yang digelar di pulau buatan Yumeshima, Osaka. Kepada Media ini Owner Batik Keke, Keke Kaunang menerangkan, Batik Keke juga mendapat kesempatan tampil fashion show untuk rancangan baju bersama Batik Riana dan Eco Print Pipie. “Sebagai wakil dari Indonesia, dalam bisnis forum, Batik Keke mendapat kesempatan untuk mengikuti talkshow dengan audiens orang Jepang dan tamu-tamu lainnya, di pavilion Indonesia dari beberapa negara,” kata Keke Kaunang. Diketahui, Keke Kaunang pernah berkompetisi di Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 1986. Dia meraih gelar wakil 1 Noni Sulut 1986. Kemudian, Noni Keke menggantikan posisi Noni Sulut Stella Retor (Almh) yang menikah ketika masih masa tugas. Sehingga, tongkat estafet Noni Sulut 1987 diserahkan oleh Noni Keke kepada Selvie Tuwaidan sebagai Noni Sulut 1987. Noni Keke mengungkapkan, dalam sehari kunjungan ke paviliun Indonesia mencapai 30 ribu orang. “Dengan demikian, dapat membuka kerjasama dengan buyer di mancanegara yang tertarik dengan Batik Keke sekaligus ajang promosi pariwisata Sulawesi Utara. Karena, motif-motif Batik Keke yang sudah mencapai di atas 50 motif dengan berbagai warna, mengangkat ciri khas Sulawesi Utara,” tuturnya. Motif-motif Batik Keke, kata dia, yaitu tanaman khas, hewan khas, biota laut, makanan khas, tari tarian khas, cerita rakyat, dan semua adat istiadat ciri khas Sulawesi Utara. “Motif taman laut Bunaken dan biota laut Perairan pulau Lembeh Bitung menjadi pilihan aundens untuk dibahas dalam talk show. Pada kesempatan itu, salah satu model mengenakan dress dari motif taman laut Bunakan kombinasi dengam biota laut perairan Pulau Lembeh Bitung. “Antusias pengunjung sangat besar. Bahkan, konten kreator Jepang bernama Ling Konichiwa juga turut datang mempromosikannya. Batik Keke juga mendapat kesempatan diterima audiensi dengan Konsulat Jenderal Indonesia di Jepang yang dinakhodai oleh Bapak John Boestami,” sambungnya. Dikatakan Noni Keke, Batik Keke juga mendapat dukungan untuk dipromosikan dalam ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Osaka, sebagai data base UMKM potensial Indonesia di Jepang. Batik Keke juga telah melewati kurasi. “Batik Keke merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan Bapak John Boestamu. Batik Keke juga berterima kasih kepada Kadin Pusat dan Iwapi Pusat yang sudah melibatkan Batik Keke dan Keke Craft dalam acara World Expo yang akbar tersebut,” ucapnya. Dia berharap, Batik Keke dapat terlibat dalam acara-acara akbar di mancanegara lainnya. “Dan semoga, Sulawesi Utara lebih dikenal di Jepang dan negara lain. Sehingga, dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara,” katanya. Dia menambahkan, hingga saat Batik keke yang sudah mencapai 60 motif kain (kawin, selendang dan jilbab). Batik Keke juga telah melebarkan sayap, dengan mengembangkan potensi ke tenun Keke dan Keke craft yaitu berupa tas anyaman (dari berbagai bahan baku) dan kulit sapi. “Semoga dapat membangkitkan motivasi dan passion adik adik Ikatan Nyong-Noni Sulut untuk berkreasi,” ujarnya. Terkait pelaksanaan PNNS, Noni Keke mengatakan, kontes terbesar di Sulut ini. sebagai ajang tumbuh dan berkembang generasi muda dan sebagai wadah untuk berkiprah. “Mudah-mudahan organisasi INNS dapat menjadi wadah untuk generasi muda berkembang, dan para anggota dapat mengembangkan bakat dan ide kreatif, ataupun mengasah potensi yang ada. Sehingga, menjadi terdepan dari yang terpilih. Juga dapat berguna bagi masyarakat, keluarga dan diri sendiri,” pungkasnya. Seperti diketahui, Batik Keke merupakan batik dengan motif ciri khas Sulawesi Utara (Sulut). Seperti tanaman, hewan, biota laut, dan budaya Sulut. Juga ada pohon kelapa, cengkih, pala, daun gedi, daun leilem, bunga soka, bunga krisan, bunga lily, anggrek kelapa, jagung, dan kopi. Selain itu hewan yaitu roda sapi, tarsius dan makanannya, anoa, ayam petarung khas Sulut, dan kuda pacu Sulut. Ada juga Batik Keke bermotif jenis-jenis kehidupan bahari. Seperti taman laut Bunaken, ikan purba coelacanth, ikan roa, ikan Napoleon yang dilindungi, ikan antoni/ikan terbang sering terlihat di perairan teluk Manado, ikan tuna, ikan cakalang sertankapal ikannya, anggur laut dan ikan cantik tapi beracun yaitu lionfish, dan biota laut perairan Pulau Lembe. Kemudian, Batik Keke motif jenis-jenis burung khas Sulut yaitu burung manguni, burung weris, burung bangau Tondano, burung kekekow, burung maleo, dan burung taong. Batik Keke juga mengoleksi motif tari Maengket, tari Kabela, tari Kabasaran, tari Tumatenden. rumah panggung Walewangko, dan huruf kuno Minahasa aksara Malesung. Selain itu, ada pula Batik Keke motif makanan khas. Seperti tinutuan, dabu-dabu, pisang goroho, dan ciri khas Bolaang Mongondow yaitu Bogani, nenas lobong, dan jagung pulo.(axm)



