MINUT,Radarmanadoonline.com_ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar Forum Group Discussion (FGD) II Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Rabu (26/11/25),
Kegiatan dihadiri seluruh OPD, TNI–Polri, instansi vertikal, hingga sektor swasta untuk menyelaraskan peran dan strategi menghadapi potensi bencana.
Dalam forum ini, berbagai OPD memaparkan kesiapan masing-masing. Dinas Pendidikan menyebut 29 sekolah telah menerapkan SPAB, sementara Dinas Perumahan meninjau kembali permukiman di area patahan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menyoroti layanan trauma healing, sedangkan DPMD fokus pada pembangunan drainase dan tanggul. Satpol PP, DLH, dan Dinas Pangan turut menegaskan peran masing-masing dalam dukungan darurat.
Sinergi penanganan turut diperkuat unsur TNI–Polri, Basarnas, dan BMKG. Basarnas menekankan pentingnya kejelasan komando dalam operasi SAR, sementara BMKG menggarisbawahi peringatan dini dan publikasi informasi iklim.
Dari kecamatan dan sektor swasta, sejumlah masukan disampaikan, termasuk kesiapan PT MSM, PT Tirta Investama, serta RAPI dalam mendukung respons bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Minahasa Utara, Theodore Lumingkewas, menegaskan pentingnya kejelasan tupoksi tiap instansi agar respons saat bencana dapat berlangsung cepat dan efektif.
“FGD ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan daerah serta meningkatkan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Lumingkewas. (Immora)


