21.4 C
Manado
Selasa, Agustus 25, 2026
spot_img
Beranda Nasional Istri Khamenei Mansoureh Khojasteh Meninggal, Presiden Trump: Khamenei Salah Satu Orang Paling...

Istri Khamenei Mansoureh Khojasteh Meninggal, Presiden Trump: Khamenei Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah

blank
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(foto/istimewa)

TEHERAN, Radarmanadoonline.com-Menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sang istri Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (79), meninggal dunia. Diberitakan oleh kantor berita Tasnim, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh meninggal dunia setelah terluka parah dan koma selama 3 hari. Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh sempat dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas menyusul serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel bertajuk “Operation Epic Fury ” di kompleks kediamannya di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi. Meninggalnya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh menambah daftar korban dari lingkaran terdalam kepemimpinan Iran, memperdalam krisis politik dan militer yang kini mengguncang Timur Tengah. Ayatollah Ali Khamenei dan Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh menikah pada 1964 silam. Dari Amerika Serikat dilaporkan, Presiden Donald Trump merespons positif tewasnya Ayatollah Ali Khamenei (86) yang berkuasa di Iran selama 36 tahun. “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Presiden AS Donald Trump saat mengumumkan kematian Khamenei, di Truth Social, Minggu (1/3/2026). “Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat. Dan, orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya,” tambah Trump. Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei disambut sukacita puluhan ribu warga Iran. Sejumlah video yang sudah beredar luas di Media sosial (Medsos), memperlihatkan puluhan ribu warga Negeri Para Mullah itu bersukacita dan turun ke jalan-jalan merayakan tewasnya pemimpin tertinggi mereka.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Manado Komitmen Pelayanan Optimal Jelang Libur Lebaran
blank
Ayatollah Ali Khamenei dan istrinya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh.(foto/istimewa)

Selain Ayatollah Ali Khamenei dan istrinya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, turut tewas dalam serangan udara gabungan militer AS-Israel di bulan puasa ini yakni putri Khamenei, menantu perempuan, serta seorang cucunya. Juga ikut tewas, Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Pejabat Intelijen Iran Saleh Asadi, Pejabat Penelitian Iran Hossein Jabal Amelian, Pejabat Penelitian Iran Reza Mozaffari-Nia, dan Penghubung pertahanan senior Iran Mohammed Shirazi. Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung dan libur kerja selama seminggu. Kantor berita IRNA, merilis dewan beranggotakan tiga orang yang berdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi untuk sementara akan mengambil alih semua kepemimpinan di Iran. Sementara itu terkait konflik ini, Bulan Sabit Merah Iran memperbarui data korban akibat serangan gabungan militer Israel-AS per Senin (2/3/2026). Ada ratusan orang yang tewas akibat serangan tersebut. “Kami melaporkan ada 131 kota di penjuru Iran diserang Israel-AS sejak Sabtu (28/2/2026). Ada 555 kompatriot kami tewas,” kata kelompok humaniter Iran itu, seperti dilansir AFP. Dari jumlah tersebut termasuk pula puluhan siswi SD yang tewas di Minab Iran Selatan. Dilaporkan, sekitar 160 orang tewas tertimbun reruntuhan. Komando Timur Tengah AS (CENTCOM) menyebut, ada tiga tentara yang tewas akibat serangan Iran. Selain itu, beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan, dan perlahan pulih lalu kembali bertugas. “Saat ini situasinya masih cair, maka untuk menghormati keluarga, kami menahan informasi termasuk identitas tentara yang gugur,” kata CENTCOM lewat akun X nya. (cnc/ind/cnb/axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini