MAGELANG, Radarmanadoonline.com-Gubernur Akademi Militer ( Akmil) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, menghadiri wisuda taruna, di Royal Military College (RMC) Duntroon, Australia, Selasa (5/5/2026).
Kehadiran Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E ini menjadi langkah memperkuat kerja sama pendidikan militer sekaligus mendorong lahirnya perwira TNI berwawasan global.
Upacara sekaligus wisuda taruna RMC-Duntroon, yang digelar di RMC Parade Ground, Canberra, dan berlangsung khidmat diikuti para taruna yang telah menyelesaikan pendidikan militer.
Prosesi ini menjadi momen penting bagi para lulusan yang akan melanjutkan pengabdian sebagai perwira di negaranya masing-masing.
Kehadiran Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, tidak sekadar menghadiri seremoni, tetapi juga membawa misi mempererat hubungan kelembagaan Akademi Militer Indonesia dan RMC-Duntroon.
Mayjen TNI Rano Tilaar didampingi Wadanyontar Dewasa Mentar Akmil Kapten (Inf) Boy Prakosa Hadi.
Keduanya turut menjalin komunikasi dengan jajaran RMC-Duntroon guna memperkuat kesinambungan program pendidikan bersama.
Kerja sama antar akademi militer lintas negara dinilai semakin penting di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.
Interaksi antar taruna dari berbagai negara menjadi ruang pembelajaran strategis untuk membangun pemahaman lintas budaya, memperluas perspektif, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan.
Melalui program pertukaran dan pendidikan bersama, para taruna tidak hanya dibekali kemampuan teknis kemiliteran, tetapi juga kemampuan diplomasi, kolaborasi, dan adaptasi di lingkungan internasional.
Hal ini menjadi bekal penting bagi perwira TNI dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan, termasuk dalam operasi multinasional maupun kerja sama pertahanan.
Selain itu, sinergi antara Akmil dan operasi multinasional maupun kerja sama pertahanan.
Selain itu, sinergi Akmil dan RMC-Duntroon juga membuka peluang pengembangan metode pendidikan yang lebih modern dan berbasis kebutuhan zaman.
Pertukaran pengalaman antar instruktur dan lembaga pendidikan diharapkan mampu meningkatkan standar pelatihan, serta kualitas lulusan.
Partisipasi Indonesia dalam kegiatan internasional seperti ini, juga mencerminkan komitmen dalam membangun hubungan bilateral yang lebih erat, khususnya di bidang pertahanan dan pendidikan militer.
Hubungan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kerja sama antar negara.
“Ini kunjungan bersejarah sekaligus untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia. Tentu, ini akan menjadi pengalaman berharga yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan program pertukaran cadet Akademi Militer Magelang di Indonesia dengan Royal Military College Duntroon di Australia,” ujar Mayjen Rano Tilaar.
Selain menghadiri wisuda taruna RMC Duntroon, Mayjen Rano Tilaar berkesempatan mengunjungi Australian War Memorial Museum yang menyimpan koleksi peninggalan Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
Mayjen Rano Tilaar juga berkunjung ke Australian War Memorial yang merupakan Tugu Pahlawan Tentara Australia yang gugur saat Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
“Saya mendapat kehormatan untuk meletakkan karangan bunga di depan Australian War Memorial sebagai bentuk penghormatan dari negara sahabat kepada para pahlawan Australia yang gugur,” kata Mayjen Rano Tilaar.
Agenda kegiatan tersebut diakhiri dengan jamuan makan malam di kediaman Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono.(cwn/axm)




