24.7 C
Manado
Minggu, Mei 17, 2026
spot_img
Beranda Sulut Minut Sambut Myopia Awareness Week 2026, Yayasan MSA dan Perdami Sulut Gelar Pemeriksaan...

Sambut Myopia Awareness Week 2026, Yayasan MSA dan Perdami Sulut Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Desa Paslaten

MINUT,Radarmanadoonline.com_Yayasan Manguni Sejahtera Abadi (MSA) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Sulawesi Utara, SMEC Manado, dan Murni Optik menggelar bakti sosial pemeriksaan mata gratis bagi anak usia 6–12 tahun di Aula St. Antonius, Desa Paslaten, Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sabtu (16/05/26).

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Lia Jelas, Biar Hidup Lebe Pas” itu dilaksanakan dalam rangka menyambut Myopia Awareness Week 2026 yang berlangsung pada 18–26 Mei 2026.

Ketua Panitia, dr. Michaela Kemuning Pusung, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata, khususnya pemeriksaan dan penanganan gangguan refraksi pada anak.

“Masih ada masyarakat yang belum mendapatkan akses optimal terhadap pemeriksaan mata maupun penggunaan kacamata. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mata dengan lebih mudah,” ujar Michaela.

Menurut Michaela, pemeriksaan mata sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat memengaruhi proses belajar dan tumbuh kembang anak.

“Banyak orang tua belum menyadari anak mengalami gangguan penglihatan karena anak-anak sering kali tidak mengeluh. Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas belajar mereka di sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Pengelola Bandara Apresiasi Pemerintahan JG-KWL Dalam Keikutsertaan Percepatan Operasional Bandara Sam Ratulangi

Lanjut dikatakanya, rangkaian pemeriksaan diawali dengan registrasi dan skrining faktor risiko gangguan penglihatan, termasuk deteksi ambliopia serta tanda-tanda gangguan mata yang memerlukan penanganan lanjutan seperti leukokoria dan strabismus. Peserta selanjutnya menjalani pemeriksaan Uncorrected Visual Acuity (UCVA), pemeriksaan menggunakan autorefraktor, hingga Best Corrected Visual Acuity (BCVA) guna menentukan koreksi lensa terbaik.

Sebanyak 78 anak mengikuti pemeriksaan mata dari jumlah itu, sejumlah peserta mendapatkan resep kacamata dan langsung menerima kacamata gratis sesuai hasil pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan digunakan untuk menentukan resep kacamata yang sesuai sebelum dipasangkan kepada peserta. Kami berharap bantuan sederhana ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri anak-anak,” kata Michaela.

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah, terutama daerah yang akses layanan kesehatan matanya masih terbatas.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pemeriksaan mata bukan hanya dilakukan ketika penglihatan sudah terganggu, tetapi juga sebagai langkah pencegahan,” tambahnya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Waka BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan, Letjen Purn Lodewyk Pusung bersama ibu dr. Mathilda Sylvia Mangindaan, Ketua Perdami Sulut, dr. Lely David Richard, Sp.M, Ketua Yayasan Manguni Sejahtera Abadi (MSA), Debora Lamia, S.Pd, MA, Ketua Panitia kegiatan baksos, dr. Michaela Kemuning Pusung, Kepala Puskesmas Kauditan, dr. Theresia Tiow, Pendeta GMIM Baitani Desa Paslaten, Pdt. Femmy Ticoalu Lumempow, M.Th. (Rommy)

Bagaimana Pendapatmu?