
SITARO, radarmanadoonline.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro. Berikan bantuan logistik kepada 40 kepala keluarga (KK) atau 110 jiwa di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Bantuan tersebut bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat cuaca ekstrem lalu.
Penyaluran bantuan berupa beras dan mi instan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana. Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kelurahan Bahu, Jumat (19/6/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sitaro, Sonny Belseran, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan rutin bagi warga terdampak bencana.
Setiap warga menerima 10 kilogram beras, sementara setiap kepala keluarga memperoleh dua dus mi instan.
“Ini bantuan rutin untuk masyarakat terdampak bencana. Namun kami juga tetap memperhatikan ketersediaan stok logistik karena saat ini masih ada penanganan pengungsi di Mabura,” ujar Belseran kepada awak media.
Menurutnya, BPBD Sitaro saat ini masih menangani kebutuhan logistik bagi warga yang mengungsi akibat bencana di wilayah lain. Karena itu, pengelolaan stok bantuan menjadi perhatian agar kebutuhan masyarakat di berbagai lokasi terdampak dapat tetap terpenuhi.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Pelaksana Tugas Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Sitaro, Anang Suhartono.
Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi warga terdampak dan memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“ Akan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi dan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkap Bupati.
Diketahui, bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman di wilayah Kepulauan Sitaro yang rentan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat intensitas hujan dan angin kencang meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu banjir, longsor, maupun kerusakan pada permukiman warga.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sejumlah warga yang masih membutuhkan bantuan akibat bencana di beberapa wilayah, ketersediaan logistik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pemulihan dan penanganan keadaan darurat di daerah.(**)
Editor: Jasman.
