31.1 C
Manado
Senin, Juni 29, 2026
spot_img
Beranda Berita Kultur Bola dan Sejarah Vs Mental Hebat dan Produk Eropa

Kultur Bola dan Sejarah Vs Mental Hebat dan Produk Eropa

blank

“DO OR DIE”, SAMBA OR BLUE SAMURAI

By Ram M
Eks Koresponden Tabloid Bola dan Bolasport Jakarta

LAGA keras “hidup atau mati” bakal dilalui juara dunia 5 kali Brazil dan juga kebanggaan Asia, Jepang, Selasa (30/6/2026) dini hari.
Brazil yang memulai kampanye di Piala Dunia 2026 dengan hasil tidak meyakinkan karena diimbangi Maroko, belakangan mampu mencatat 6 angka kemenangan setelah menang atas Haiti dan Skotlandia, masing-masing 3-0.
Sementara Samurai Biru, dengan luar biasa menahan imbang Belanda 2-2, lalu menggilas Tunisia 4-0 dan kontra Swedia berakhir 1-1.
Maka Brazil dan Jepang pun tak terhindarkan di babak 32 Besar. Dengan status juara grup C yang disandang Brazil harus bersua Nippon dengan predikat runner up grup F.
Dan seperti biasa, asumsi, prediksi pun berkembang liar seputar duel kedua tim yang bakal menjadi pusat perhatian di Piala Dunia yang untuk kali pertama menghadirkan 48 tim dengan 104 pertandingan itu.
Maklum, Brazil, apapun itu tetaplah sebuah negara yang pencapaian luar biasa di ajang sebesar Piala Dunia. Hanya Jerman dan Italia yang mendekati mereka dengan status 4 kali juata dunia, namun dibanding Jerman yang masih ada, Azzurri kandas sebelum gelaran Piala Dunia ini.
Di tiap edisi Piala Dunia.dan tak pernah absen, jelas membuat Brazil tetaplah menarik dibahas sementara Jepang menarik dicermati karena kemajuan yang mereka lakukan selang beberapa tahun terakhir.
Ya, tahun 1988, sepak bola mereka masih dibawah Indonesia. Pada tiap pertemuan Indonesia selalu tumbangkan Jepang. Tak heran, bomber timnas Ricky Yacob pernah di kontrak klub elit Jepang saat itu, Matshushita FC kini dikenal Gamba Osaka.
Namun setelah itu Jepang melesat, sementara Indonesia melempem.
Fakta teranyar dibuat Jepang pada Piala Dunia Qatar 2022, saat itu mereka lolos ke 16 Besar, masih format 32 tim kontestan, dengan status juara grup E ! Runner up nya Spanyol dan yang paling miris adalah Jerman yang tersingkir pada penyisihan grup itu.
Spanyol dan Jerman, sama-sama dilumpuhkan tim asuhan Hajime Moriyasu itu dengan skor identik, 2-1.
Dunia gempar ! Namun euforia itu terhenti di 16 Besar atau babak KO. Kroasia menghentikan mereka dengan skor 3-1 padahal 120 menit sebelumnya masih 1-1.
Nah Brazil juga setali tiga uang dengan Jepang itu. Mereka pun juga kalah dari lawan sama, Kroasia, lewat adu penalti. Brazil keok 2-4 (1-1) di babak 8 Besar.
Kini, Brazil dan Jepang akan melakoni hidup dan mati dini hari nanti. Carlo Ancelotti, allenatore asal Italia.
tentu paham apa yang harus dibuat.
Dominasi permainan, melalui ball position bukanlah jaminan. Target gol dan menang tujuan akhir. Setidaknya ketika di Tokyo, Oktober 2025, saat Brazil memimpin 2-0 dan penguasaan bola hingga 77% menjadi cermin bagaimana Jepang hanya butuh 20 menit membalikkan keadaan pada babak kedua dengan trigol, skor pun terkunci 2-3.
Don Carlo boleh berkilah bahwa dia saat itu masih mencari bentuk ideal timnya. Saat itu dia mengujicoba banyak pemain dibanding Jepang yang sudah lama di tangan Hajime. Maklum baru 2 bulan menangani Samba.
Rekor pertemuan yang dipegang Brazil atas Jepang dimana dari 11 kemenangan, 2 kali imbang, dan 1 kalah dari Jepang itu tentu bukanlah garansi.
Namun, secara perlahan Don Carlo mulai menemukan sentuhannya. Big Phil sebutan Phelipe Scolari, arsitek yang membawa Brazil juara dunia 2002 di Korsel-Jepang amat yakin Don Carlo mampu menjawab kerinduan setelah 26 tahun lalu itu.
Namun, Pele Putih-Zico- memberi pesan tersendiri buat timnas Brazil. Dia menyebut Brazil harus ekstra hati–hati sebab Jepang bisa melakukan apa saja. Bahwa Jepang disaat dilatihnya berbeda dengan sekarang. Potensi kejutan ada.
Ya secara teknis individu Brazil di atas Jepang hanya saja Jepang mengandalkan kecepatan dan kekuatan fisik dimana per individu terus bergerak.
Jepang dikenal tim yang tidak peduli dengan penguasaan bola lawan. Sebelum peluit akhir dibunyikan maka berarti perlawanan tetap harus ada.
Sebab, teknis lini per lini tentu Jepang tak bisa diabaikan. Nyaris satu tim mereka itu adalah anggota klub yang beredar di kompetisi Eropa. Lihat saja kiper Zion Suzuki. Bermarga merk motor atau mobil produk Jepang namun kerangkanya seperti Harley Davidson, kekar dan kuat tapi cekatan, makanya dia masuk anggota tim Parma Italia. Belum lagi pemain antar lini lainnya.
Makanya negara Eropa termasuk Inggris juga telah merasakan bagaimana mereka dipermalukan Jepang di Stadion Wembley. Saat itu Inggris mendominasi dengan 75 % penguasan bola namun mereka tumbang 1-0.
Kematangan dalam bermain ditambah mental Jepang yang hebatlah yang membuat mereka ada nilai plus.
Cesemiro, Lucas Pagueta dan Bruno Gumiraes, tiga lini tengah Brazil sempat keteter ketika duel kontra Maroko.
Singa Atlas yang dipimpin punggawa PSG, Akram Hakimi, membuat Cesemiro Dkk jadi “biongo”. Akibatnya Marguinhos di belakang pun goyah.
Jadinya Brazil harus mampu menahan sektor tengah Jepang yang bakal diisi Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), Takefusa Kubo (Real Sociedad) dan Daichi Kamada (Crystal Palace). Apakah hanya nereka ? Jangan lupakan Nakamura, dia sesungguhnya senjata simpanan Moriyasu. Sejatinya dia di adalah gelandang kiri namun tiba2 bisa berubah menjadi penyerang sayap. Lihat bagaimana dia mengacak-acak pertahanan Swedia dan Belanda. Juga strikee Ayase Ueada tentu dalam monitor Don Carlo.
Jepang tidak banyak melakukan delay serangan dengan man to man marking atau penjagaan saru-satu.
Mereka cenderung turun bertahan saat lawan menguasai bola dan permainan (sistem zona defensife/marking).
Namun kelebihan mereka ada pada serangan balik cepat. Jika Brazil bisa mengamankan lini tengah maka Jepang akan kelabakkan. Dengan aksi individu Vinicius Jr ataupun siapa yang akan diturunkan tentu Brazil sudah siap.
Namun, disini nama Neymar Jr mencuat sering pra duel Brazil vs Jepang. Bukan karena dia telah merumput meski hanya 15 menit lawan Skotlandia namun Neymar punya catatan.manis atas Jepang, di mana dia tercatat 9 kali merobek gawang Jepang. (***)

Baca Juga:  Kapolsek Kakas Pantau Langsung Launching Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Desa Sendangan, Ipda Fegy: Generasi Sehat Adalah Investasi Bangsa Masa Depan

HEAD TO HEAD;
• 14/10/2025: Jepang 3-2 Brazil (Persahabatan)
• 06/06/2022: Jepang 0-1 Brazil (Persahabatan)
• 10/11/2017: Jepang 1-3 Brazil (Persahabatan)
• 14/10/2014: Jepang 0-4 Brazil (Persahabatan)
• 16/06/2013: Brazil 3-0 Jepang (Piala Konfederasi)

5 Partai Terakhir Brazil /////
• 25/06/2026: Skotlandia 0-3 Brazil (Piala Dunia)
• 20/06/2026: Brazil 3-0 Haiti (Piala Dunia)
• 14/06/2026: Brazil 1-1 Maroko (Persahabatan)
• 07/06/2026: Brazil 2-1 Mesir (Persahabatan)
• 01/06/2026: Brazil 6-2 Panama (Persahabatan)

5 Partai Terakhir Jepang ////

• 26/06/2026: Jepang 1-1 Swedia (Piala Dunia)
• 21/06/2026: Tunisia 0-4 Jepang (Persahabatan)
• 15/06/2026: Belanda 2-2 Jepang (Persahabatan)
• 31/05/2026: Jepang 1-0 Islandia (Persahabatan)
• 01/04/2026: Inggris 0-1 Jepang (Persahabatan)

Baca Juga:  Sah! Gubernur Yulius Terima Persetujuan Substansi RTRW Sulut dari Menteri ATR/BPN

Prakiraan Pemain :

Brazil (4-2-3-1, 4 – 3 – 3): Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Jr; Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-2-1): Suzuki; Ito, Tomiyasu, Itakura; Doan, Sano, Tanaka, Nakamura; Kamada, Maeda; Ueda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini