Radar Manado -KOTAMOBAGU — Duka akibat tragedi Drag Race dan Drag Bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, masih menyelimuti keluarga korban. Di tengah suasana berkabung, perhatian dan kepedulian datang dari PT Global Emas Jaya.
Perusahaan tersebut menyalurkan santunan duka kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi saat pelaksanaan ajang balap tersebut.
Penyerahan santunan dilakukan melalui perwakilan perusahaan dan diterima langsung oleh masing-masing keluarga korban.
Direktur PT Global Emas Jaya, Asri Mamonto, mengatakan bantuan tersebut telah diserahkan kepada seluruh keluarga korban yang menjadi penerima santunan.
“Sudah diserahkan ke masing-masing keluarga korban,” kata Asri.
Menurut Asri yang akrab disapa Ali, pemberian santunan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keluarga yang sedang menghadapi masa sulit akibat kehilangan orang yang mereka cintai.
Ia berharap bantuan tersebut, dapat sedikit membantu kebutuhan keluarga sekaligus menjadi bentuk dukungan moral di tengah suasana duka.
Bagi keluarga korban, kehadiran pihak yang memberikan perhatian di saat seperti ini memiliki arti tersendiri. Sebab, ketika kehilangan datang secara tiba-tiba, dukungan dari berbagai pihak menjadi salah satu kekuatan untuk menghadapi hari-hari berikutnya.
Salah satu perwakilan keluarga korban bahkan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Sukur mo Anto. Semoga Allah SWT akan membalas dengan beribu kebaikan,” ucapnya.
Ucapan tersebut menjadi ungkapan sederhana dari keluarga yang tengah berduka, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian yang diberikan di tengah musibah sangat berarti bagi mereka.
Tragedi yang terjadi di Upai tidak hanya meninggalkan kabar duka, tetapi juga luka panjang bagi keluarga yang kehilangan. Sejumlah korban meninggal dunia, sementara beberapa korban lainnya masih harus mendapatkan perawatan akibat luka yang dialami.
Bagi keluarga korban, tidak ada bantuan yang mampu menggantikan kehadiran orang yang telah pergi. Namun, perhatian yang diberikan di tengah masa berkabung dapat menjadi penguat bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap perjuangan mereka.
PT Global Emas Jaya sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. Komitmen tersebut kini telah direalisasikan melalui penyerahan bantuan secara langsung.
Santunan mungkin tidak mampu mengembalikan mereka yang telah tiada. Tetapi di tengah air mata dan kehilangan, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi cahaya bagi keluarga untuk perlahan melewati masa duka. (***)

