MANADO, Radarmanadoonline.com-Dua senior Nyong-Noni Sulawesi Utara (Sulut), menjadi narasumber di pembekalan hari kedua pra-karantina finalis Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2026, yang digelar secara online, Selasa (15/9/2026).

Kedua senior Nyong-Noni Sulut yang sukses berkarir di bidangnya masing-masing itu, yakni Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, dan Diplomat Karir sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI), Yvonne Elizabeth Mewengkang, S.IP., M.A. Diketahui, Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, adalah Nyong Manado 1988 serta Nyong Sulut 1988. Dan, Yvonne Elizabeth Mewengkang, S.IP., M.A Wakil 1 Noni Sulut 2002. Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar membawakan materi tentang Kepemudaan, dan Yvonne Mewengkang tentang International Relation. Seusai memaparkan materinya masing-masing, para finalis ajang bergengsi dan terbesar di Bumi Nyiur Melambai ini, diberi kesempatan untuk bertanya. Disesi tanya-jawab, para finalis yang berkompetisi di ajang yang bergulir sejak 1973 ini, diuji kemampuan public speaking, logika, dan kedalaman wawasan dalam waktu singkat. Finalis yang merupakan wakil kota/kabupaten se Sulut ini sangat antusias mengajukan pertanyaan kepada Mayjen Rano Tilaar dan Yvonne Mewengkan.”Saya di kampus diajarkan untuk critical thinking terhadap penggunaan suatu metode. Metode apa yang relevan sekarang, untuk mengukur kekuatan/Kesaktian Pancasila dari Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan (ATHG),” kata finalis Noni Sulut, Franda Benedicta Paat saat bertanya kepada Mayjen Rano Tilaar. Pertanyaan cerdas sekaligus keren dari Nona Manado 2025 ini, langsung dijawab oleh jenderal bintang dua TNI-Angkatan Darat (AD) ini. Menurut mantan Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI itu, untuk mengukur sejauh mana Pancasila “sakti” atau berfungsi sebagai perekat sosial saat ini, tolok ukurnya meliputi Pertama, Tiga Ranah Peradaban, Pancasila harus dibumikan secara nyata dalam sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ranah Tata Nilai: Sejauh mana nilai-nilai Pancasila dihidupkan sebagai etika publik dan pedoman moral bersama. Ranah Tata Kelola: Bagaimana kebijakan pemerintah, hukum, dan institusi negara mencerminkan keadilan serta kebersamaan. Ranah Tata Sejahtera: Wujud nyata Pancasila dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan sosial bagi rakyat. Kedua, kata mantan Kaskogartap I/Jakarta, Tiga Dimensi Ideologi Ketahanan, ideologi Pancasila juga diukur dari internalisasi individu dan kolektif. Yang mencakup, Dimensi Keyakinan: Kepercayaan mendalam bahwa Pancasila adalah pilihan terbaik dan final bagi dasar negara Indonesia. Dimensi Pengetahuan: Pemahaman komprehensif masyarakat terhadap makna dan sejarah setiap sila. Dimensi Tindakan: Manifestasi atau pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

Franda yang mewakili kota Manado di PNNS 2026, juga mengajukan pertanyaan kepada Yvonne Mewengkang. “Bagaimana seorang diplomat karir sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam menyusun substansi diplomasi sebelum negosiasi dengan diplomat negara lain,” ujar Franda. Pertanyaan yang cerdas dari putri pasangan, Dr. Ir. Frangky J. Paat, S.P., M.Si, dan Miranda Elisabeth Thomas, S.T.P., M.M, langsung direspons Yvonne. Mantan model Sulut ini, mengatakan cara menyusun substansi diplomasi bagi seorang diplomat, yaitu pertama menentukan Posisi Nasional (National Position) sebelum berunding, posisi mendasar negara harus dirumuskan dengan jelas. Tujuan utama, tentukan apa yang ingin dicapai (misalnya kerja sama ekonomi, bantuan kemanusiaan, atau penyelesaian sengketa wilayah). Batas Toleransi (Red Lines), tetapkan poin-poin yang sama sekali tidak bisa dikompromikan demi menjaga kedaulatan atau kepentingan vital negara. Kemudian, Fleksibilitas (Fall-back Position) : Siapkan opsi alternatif jika rencana utama ditolak oleh pihak lawan. Melakukan Riset dan Analisis Komprehensif substansi yang kuat selalu berbasis pada data dan fakta yang akurat. Profil Mitra Dialog: pelajari posisi politik, kondisi ekonomi, budaya, serta rekam jejak diplomasi negara atau organisasi yang akan dihadapi. Landasan Hukum: kumpulkan perjanjian internasional, resolusi PBB, atau hukum domestik yang relevan untuk memperkuat argumentasi. Analisis Geopolitik: petakan siapa saja aktor yang mendukung, menentang, atau bersikap netral terhadap isu yang dibawa. Menyusun Dokumen Kerja Diplomasi Diplomat mengandalkan beberapa dokumen resmi untuk memandu jalannya negosiasi: Position Paper (Dokumen Posisi): lembar kerja yang berisi sikap resmi negara terhadap suatu isu spesifik beserta argumen pendukungnya. Talking Points (Poin Bicara): Panduan ringkas dan padat bagi pejabat atau diplomat saat berbicara di depan forum atau dalam pertemuan bilateral. Briefing Notes (Nota Ringkas): Latar belakang masalah secara menyeluruh untuk memberikan konteks cepat kepada pimpinan delegasi. Merumuskan Narasi dan Strategi Pesan Cara menyampaikan substansi sama pentingnya dengan isi substansi itu sendiri. Bahasa yang Terukur: Gunakan terminologi hukum dan diplomatik yang baku untuk menghindari salah interpretasi (misunderstanding). Pendekatan Saling Menguntungkan (Win-Win Framing): Kemas kepentingan nasional Anda sedemikian rupa agar terlihat memberikan keuntungan atau solusi bagi pihak lain. Respon Strategis: Antisipasi argumen atau keberatan dari pihak lawan dan siapkan jawaban counter-argument yang diplomatis. Koordinasi Lintas Sektoral (Interkem) Substansi diplomasi di luar negeri harus sinkron dengan kebijakan di dalam negeri. Lakukan koordinasi ketat dengan kementerian teknis, akademisi, pelaku usaha, atau lembaga hukum terkait untuk memastikan data yang dibawa valid dan dapat diimplementasikan secara nyata.

Selain Kepemudaandan International Relation, di hari kedua pra-karantina ini, juga ada English class, materi tentang international relation, public speaking, dan perkenalan finalis PNNS 2026. Dijadwalkan, Rabu (16/9/2026), Franda, Yordan Yeremia Poluan, dan finalis PNNS 2026 lain mengikuti tes kesehatan dan MMPI, serta briefing di RSUD Tipe B Sulut.
Grand final PNNS 2026 yang mengusung tema North Sulawesi Where Every Journey Tells A Story, berlangsung di The Sentra Hotel, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (19/9/2026), Pukul 16.00 Wita.(axm)
