24.9 C
Manado
Kamis, November 5, 2026
spot_img
Beranda Sulut Final 14 November, Pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut...

Final 14 November, Pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut 2026 Bergulir

MANADO, Radarmanadoonline.com-Pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulawesi Utara (Sulut) 2026 resmi Bergulir. Ajang tahunan ini digelar 12 September-14 November 2026.

Dari 40-an peserta yang mendaftar, terpilih 7 finalis putri dan 8 finalis putra. Selama menjalani karantina di BPSDMD Sulut, finalis mendapat materi pembekalan dari para narasumber dan kompetensi. Kegiatan karantina finalis, dibuka Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan PerlindunganAnak (P3AD) Provinsi Sulut Dr.Ir Tieneke Adam M.Si.

Kadis P3AD Provinsi Sulut Dr.Ir Tienneke Adam M.Si.

Materi pembekalan dari para narasumber dan kompetensi ini, Yaitu Motion Calangge, ⁠Head to Head Calangge, Talent Show, ⁠pemaparan program kerja, dan forum group discussion. Untuk materi pembekalan yakni bertajuk Literasi Digital disampaikan Standius Bara Prima M.Ikom, IDX Sekolah Pasar Modal untuk Membagun Generasi Muda Cakap dalam Menabung dipaparkan oleh Viscount Kotambunan, Beauty Class dari La Tulippe, materi UPTD-PPA Pelayanan dan Pendampingan Komprehensif Terhadap Tindakan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak oleh Grasyela Tadung, S.Ip, Map, Layanan Pengaduan Kekerasan Terhadap perempuan dan Anak (TPPO) oleh Pdt Dr Marheni Mawuntu S.Th, M.Si, materi Memahani Hak Perempuan dan Anak oleh Advokat Rio M Pusung S.H, serta materi Wicara Publik dan Inklusifitas oleh Eliana Gloria Halid S.Psi.

Kepala Bidang Data Dan Informasi Gender dan Anak Dinas P3AD Provinsi Sulut, Jimi Pinangkaan S.E M.Si.

Sebelumnya, pada 31 Oktober, telah dilaksanakanroad show, sosial projec dan photoshoot, kunjungan ke Lapas perempuan kelas II B Manado di Tomohon, Sosial Projec dan Ibadah bersama, kunjungan ke Taman Kelong sebagai venue Photoshoot finalis Duta Anti Kekerasan Sulut 2026 dengan fotografer dari Silent Memory dan make up by Latulipe Manado. Selanjutnya,  dinner di Restoran Kepala Ikan Manado, di Ring Road. Kadis P3AD Sulut Dr.Ir Tieneke Adam M.Si menyampaika pesan, kepada para finalis pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut 2026, untuk menjadi corong dan perpanjangtanganan pemerintah provinsi Sulut untuk memberikan dampak nyata menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulut.

Baca Juga:  E2L Tunjuk Santrawan Cs Redam Pelemahan dari Sisi Hukum ?
Ketua Panitia Pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut 2026, Gerald Matthew Malmsteen Lantang.

Turut hadir di acara pembukaan karantina, diantaranya pembina Ikatan DAK Sulut Standius Bara Prima M.IKom, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang KepemudaanFahriz Suharyo, Kepala Bidang Data Dan Informasi Gender dan Anak Dinas P3AD Daerah Provinsi Sulut, Jimi Pinangkaan S.E M.Si, Kepala UPTD/PPA Sulut Marsel Silom, serta jajaran Dinas P3AD Provinsi Sulut. Kepada Media ini Ketua Panitia Pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut 2026, Gerald Matthew Malmsteen Lantang, menerangkan Duta Anti Kekerasan Sulut adalah kegiatan yang positif, karena Ikatan Duta Anti Kekerasan bukan hanya menghadiri undangan-undangan dari pemilihan putra dan putri yang ada, akan tetapi edukasi dan sosialisasi di SD, SMP, SMA dan Universitas, bahkan sampai dengan pendampingan korban Kekerasan. Menurut Gerald yang juga Bendahara Ikatan Duta Anti Kekerasan, ini menjadi program unggulan dari Ikatan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulut, sehingga menunjukkan bahwa pemilihan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulut bukan hanya sekedar menampilkan cantik atau gantengnya putra dan putri, akan tetapi menunjukkan bahwa generasi muda dapat memberikan diri untuk melayani masyarakat terlebih khususnya kepada perempuan dan anak yang adalah pilar peradaban dunia. “Pesan saya untuk finalis Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026 ini, semoga dapat terus menjadi corong dan mitra strategis bagi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta menjadi generasi muda yang berani bersuara, berdiri di garis depan, dan memperjuangkan hak-hak para korban kekerasan, baik perempuan maupun anak,” kata Gerald kepada radarmanadoonline.com, Selasa (3/11/2026) malam.

Baca Juga:  Mudahkan Layanan Hukum, Kajati Andi Muhammad Taufik Resmihkan Mall Pelayanan Hukum Kejaksaan Sulut
Ketua Ikatan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulut, Edmondo Bawinto S.Ak.

Harapan 1 Remaja Teladan GMIM Wilayah Manado Barat Daya (MBD) 2023 ini berharap, para finalis tidak hanya menjadikan ajang ini sebagai sebuah kompetisi atau kebanggaan pribadi, tetapi sebagai awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian. “Teruslah membawa semangat untuk mengedukasi masyarakat, menyuarakan kebenaran, menjadi pelopor, pelapor, dan agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kiranya, seluruh program kerja ikatan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulawesi Utara, dapat terus dilanjutkan, dikembangkan, dan diwujudkan secara nyata. Jangan berhenti hanya karena malam final telah selesai, sebab perjuangan melawan kekerasan tidak berhenti ketika selempang dilepaskan dan mahkota disimpan. Ingatlah, menjadi Duta Anti Kekerasan bukan sekadar tentang siapa yang terpilih, tetapi tentang siapa yang tetap mau bergerak, peduli, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan suara serta perlindungan. Jadilah generasi yang tidak hanya dikenal karena gelarnya, tetapi dikenang karena dampak dan tindakan nyatanya bagi masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga:  DPRD Gelar Paripurna Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara 2025–2030

Sementara itu Ketua Ikatan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulut, Edmondo Bawinto S.Ak, juga berharap para finalis Duta Anti Kekerasan Sulut 2026, dapat berproses untuk membagun diri serta menjadikan Duta Anti Kekerasan Perempuan dan Anak Sulut sebagai batu loncatan dalam mengasah diri belajar untuk membantu dan berdampak baik banyak orang terutama dalam kasus penangan tindakan kekerasan pada perempuan dan anak. ” Ikatan (Ikatan Duta Anti Kekerasan, red) juga mempunyai program unggulan DAK BAPONTAR, kegiatan sosial dalam edukasi dan promosi, di mana selain menekan hal kekerasan, meningkat kan rasa impati dan saling menghormati orang lain yang kita jaga seperti diri sendiri,” ujar Edmondo.

Pembina Ikatan Duta Anti Kekerasan Provinsi Sulut, Standius Bara Prima S.Ikom.

Selengkapnya finalis pemilihan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Sulut 2026, yaitu Muh Fathir Rizki (IAIN Manado), Viona Pangulili (IAIN Manado), Moses Milian Roboth (Umum), Siwit Sawitri (IAIN Manado), Christian Timothi Soputan ( PPA ID:113 Baitani Lapangan), Indri Aurora Natasya Dien (Umum), Billy Johanes Tembesi (Fakultas Teologi UKIT), Refina Lontoh (DP3AD Minahasa Utara), Raja Paputungan (Umum),  Alvarianti Mamile (Politeknik Negeri Manado), Ibrani Lumantak (Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado), Viginia Mutiara Kawengian (Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado), Cristiano Rafael Silano (Politeknik Negri Manado),  Velove Gracia Patiro (Umum), dan Khenzo Gabriel Tabo (Universitas Negeri Manado).(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini