Manado, Radarmanadoonline.com – Kabar membanggakan datang dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Perguruan tinggi kebanggaan kota Manado ini kembali menunjukkan kiprah internasionalnya dengan menjadi bagian penting dalam forum talenta konstruksi bertajuk “Satu Sabuk Satu Jalan” yang digelar di Beijing, Cina, pada 15 hingga 19 Mei 2025.
Undangan khusus yang datang dari Glodon China ini membawa rombongan Polimdo dipimpin langsung oleh Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, didampingi Wakil Direktur serta para dosen dari Jurusan Teknik Sipil. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bertukar ilmu dan pengalaman, tapi juga mengukuhkan posisi Polimdo sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang berdaya saing global.
Memperkenalkan Ibu Kota Baru Indonesia kepada Dunia
Dalam forum yang dihadiri oleh banyak universitas dan institusi terkait dari berbagai negara, Polimdo aktif mempresentasikan rencana pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan. Penyajian ini menjadi perhatian karena berkaitan erat dengan tren pembangunan berkelanjutan dan inovasi infrastruktur yang tengah gencar digalakkan pemerintah Indonesia.

“Kita bangga bisa dikenalkan lewat Polimdo yang mewakili Manado dan Indonesia dalam forum ini. Ini juga menjadi peluang besar memperlihatkan potensi sumber daya yang kita miliki, khususnya di bidang teknik konstruksi,” tutur Dra. Mareyke Alelo.
Kolaborasi dengan Universitas Ternama di Cina
Deraian pengalaman yang didapatkan selama konferensi didukung pula dengan agenda penguatan kerja sama dengan universitas di negeri tirai bambu. Polimdo saat ini telah menjalin hubungan baik dengan Hunan University, sebuah langkah strategis untuk mendorong pertukaran mahasiswa, riset bersama, dan adaptasi teknologi konstruksi digital.
Kerja sama seperti ini sejalan dengan visi Polimdo sebagai perguruan tinggi vokasi yang senantiasa memperbaharui kurikulum dan metode pengajaran agar mahasiswa siap bersaing di tengah arus globalisasi industri.
Langkah Strategis Menuju Internasionalisasi Pendidikan Vokasi
Sebagai bagian dari komitmen memajukan pendidikan vokasi di tanah Air khususnya di Sulawesi Utara, Direktur Polimdo menyampaikan bahwa pengiriman mahasiswa dan dosen ke luar negeri bukan sekadar formalitas, tapi investasi nyata untuk membuka wawasan dan kapasitas.

“Kami ingin Polimdo dikenal bukan hanya di Manado atau Sulawesi Utara, tapi juga di dunia. Oleh sebab itu, kemitraan global dan partisipasi di forum internasional akan terus kami tingkatkan,” tegas Alelo.
Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Komunitas Lokal
Pengalaman internasional yang diraih Polimdo diharapkan dapat diperuntukkan langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa. Dengan demikian, alumnus Polimdo nantinya tidak hanya menjadi tenaga teknis andal, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja global. (ivn)



