Wali Kota Manado Dorong Mahasiswa dan Alumni Polimdo Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Radarmanadoonline.com, MANADO — Wali Kota Manado Andrei Angouw memberikan kuliah umum di Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dengan tema Pengembangan Sumber Daya dan Pembangunan Kota Manado. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara dunia kampus dan agenda pembangunan daerah, sekaligus mengajak mahasiswa memahami arah pembangunan kota serta peran yang dapat mereka ambil di dalamnya.
Kuliah umum tersebut dihadiri Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA, para wakil direktur, kepala pusat, pimpinan unit kerja, dan mahasiswa. Dalam forum itu, Wali Kota memaparkan gambaran pembangunan Kota Manado sekaligus menekankan pentingnya kontribusi sumber daya manusia yang terampil, beretos kerja, berkarakter, dan kreatif dalam mendukung kemajuan daerah.
Bagi mahasiswa Polimdo, pesan tersebut memiliki makna yang dekat dengan pendidikan vokasi. Kampus tidak hanya menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga membentuk generasi muda yang mampu terlibat dalam menjawab kebutuhan pembangunan.

Dalam pemaparannya, Andrei Angouw menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi, khususnya alumni Polimdo, diharapkan dapat memberi kontribusi positif, baik bagi kampus maupun masyarakat. Ia juga mendorong alumni yang telah bekerja di berbagai sektor untuk ikut membuka peluang bagi lulusan Polimdo berkembang di dunia kerja.
Gagasan itu menunjukkan bahwa hubungan antara kampus, alumni, dan dunia kerja menjadi salah satu mata rantai penting dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Peran alumni tidak hanya berhenti pada keberhasilan pribadi, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi generasi berikutnya untuk memperoleh kesempatan yang lebih luas.
Selain menyoroti peran lulusan, kuliah umum itu juga membahas arah pembangunan Kota Manado. Beberapa hal yang disinggung antara lain pengembangan Bus Trans Manado, penambahan jalur pedestrian, serta dorongan penggunaan transportasi umum.
Materi tersebut memberi gambaran kepada mahasiswa bahwa pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut perubahan cara pandang masyarakat terhadap mobilitas, ruang publik, dan kualitas hidup perkotaan.
Dalam konteks itu, mahasiswa diajak memahami bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang mampu membaca perubahan dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Karena itu, Wali Kota juga mendorong mahasiswa untuk menguasai teknologi informasi, memahami perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta meningkatkan kemampuan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja dan pembangunan daerah tidak lagi cukup hanya dengan pengetahuan dasar sesuai bidang studi. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan tambahan yang membuat mereka lebih relevan dengan kebutuhan industri, birokrasi, dan masyarakat yang terus berubah.
Di bagian akhir pemaparan, juga muncul dorongan agar Polimdo dan pemerintah daerah dapat berkolaborasi menciptakan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. Gagasan ini memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya ide, solusi, dan inovasi untuk menjawab persoalan publik.

Dengan demikian, kuliah umum Wali Kota Manado di Polimdo tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Forum ini menunjukkan keterhubungan yang nyata antara pendidikan vokasi, kebutuhan dunia kerja, dan arah pembangunan daerah. Bagi mahasiswa dan alumni Polimdo, pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa peran mereka tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Manado dan masyarakat secara lebih luas.
(ivn)






