JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2026 bergulir. Sebanyak 45 finalis PPI yang mewakili provinsi di Tanah Air, menjalani masa pra-karantina sekaligus mengikuti audiensi dan bimbingan teknis yang digelar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan edukasi ini menjadi bekal penting dalam rangkaian masa pra-karantina para finalis sebelum mereka tampil di malam puncak grand final Puteri Indonesia yang berlangsung 24 April 2026 mendatang, di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center, Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng 45 finalis PPI 2026, untuk mengampanyekan nilai-nilai pendidikan antikorupsi kepada masyarakat luas. Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan, strategi pemberantasan tindak pidana korupsi melalui jalur pendidikan bertujuan untuk membangun pola pikir agar masyarakat menolak korupsi (don’t want to corrupt). Menurutnya, sosok Puteri Indonesia sangat strategis untuk dijadikan duta kampanye. “Puteri Indonesia adalah figur masyarakat yang dapat berperan penting dalam menyampaikan pesan-pesan antikorupsi. “Insyaallah apa yang mereka katakan akan didengar oleh masyarakat, setidak-tidaknya oleh para pemuda,” ujar Ibnu. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menambahkan ke depannya para finalis akan dilibatkan langsung dalam program daerah seperti kabupaten/kota dan desa Antikorupsi di domisili mereka masing-masing.

Sementara itu Direktur Yayasan Puteri Indonesia (YPI) sekaligus Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Ida Kusuma Hanjani, mengapresiasi sinergi edukasi yang telah berjalan secara konsisten selama lebih dari satu dekade ini. Dia menyoroti adanya kesamaan visi antara pilar pembinaan Puteri Indonesia dengan semangat lembaga antirasuah tersebut. “Yayasan Puteri Indonesia memiliki pilar-pilar utama yang sangat sejalan dengan moto dari KPK yaitu Brave (berani) dan Be Right (benar). “Semoga sinergi ini bisa terus dilaksanakan selamanya dalam rangka membangun karakter bangsa,” kata Ida. Sementara itu tidak mudah menjadi finalis Puteri Indonesia. Peserta harus mengikuti audisi, dan setelah lolos akan mewakili provinsi. Selain berpenampilan menarik, peserta juga harus cerdas dan berkepribadian baik. Peserta juga dituntut memiliki pengetahuan umum serta wawasan luas tentang pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Parameter penilaian utama meliputi kecerdasan, penampilan menarik, perilaku yang baik, keberanian, dan integritas. Menariknya, di PPI tahun ini terdapat 5 finalis berasal dari Sulawesi Utara (Sulut). Kelima putri Kawanua yang berkompetisi di ajang bergengsi dan terbesar di Indonesia ini, yaitu Gery Cahyanika Monoarfa (Sulawesi Utara), Scheren Vandrea Sinaulan (DKI Jakarta 7), Glorya Stevany Yame Nayoan (Papua), Graciella Bernadette Julia Mamesah (Jawa Barat), dan Cheryl Lidia Regar (Kalimantan Timur).
Selengkapnya 45 finalis PPI 2026, yaitu Rahmidawati Aldi (Aceh), Natasya Ulibasa Palasa (Sumatera Utara), Najwa Putri Cahyani (Sumatera Barat 1), Cinta Nurhafidzah (Sumatera Barat 2), Prima Yohana (Riau), Zefanya Yosinta Uli Tobing (Kepulauan Riau), Dhiya Salsabila (Jambi), Ayu Sulistiani (Sumatera Selatan), Aliyah Khansa (Bangka Belitung), Shania Nabila (Bengkulu), Agita Nazara (Lampung), Agnes Aditya Rahajeng (Banten), Athalla Hartiana Putri Hardian (DKI Jakarta 1), Gisela Belicia Alma Thesalonica Silalahi (DKI Jakarta 2), Karina Moudy Widodo (DKI Jakarta 3), Chika Biata Malau (DKI Jakarta 4), Vinnidhiaty Gradelyn Jees (DKI Jakarta 5), Felita Eleonora (DKI Jakarta 6), Scheren Vandrea Sinaulan (DKI Jakarta 7), Graciella Bernadette Julia Mamesah (Jawa Barat 1), Fahira Riva Fauzi (Jawa Barat 2), Gitta Putri Mardanti (Jawa Tengah), Almas Azzahra (Daerah Istimewa Yogyakarta), Rayya Nurrizqinia Haq (Jawa Timur), Anggelia Meryciana (Kalimantan Barat 1), Hilaria Memel (Kalimantan Barat 2), Farhika Deninta Bungas (Kalimantan Tengah), Talitha Fatimah Rahma (Kalimantan Selatan), Cheryl Lidia Regar (Kalimantan Timur), Nilam Onasis Sahputri (Kalimantan Utara), Nanda Aprianti Arief (Sulawesi Selatan 1), Andi Aisyah Anjaliekhan Kilat (Sulawesi Selatan 2), Ade Amanda Susianti (Sulawesi Barat 1), Nadia Sarah Annisa (Sulawesi Barat 2), Asri Savira Ria (Sulawesi Tenggara), Lovely Debora Tolembo (Sulawesi Tengah), Gery Cahyanika Monoarfa (Sulawesi Utara), Angelin Alkatiri Halilovic (Gorontalo), Victoria Kosasie (Bali), Kieran Puti Paloma Dyonitha (Nusa Tenggara Barat), Melisa Sonia Foris (Nusa Tenggara Timur), Annesha Evangeline Gladiola (Maluku), Safina Hud (Maluku Utara: Safina Hud), Louisa Mahuze (Papua Selatan), Glorya Stevany Yame Nayoan (Papua).(kpn/axm)



