MANADO, RADARMANADOONLINE.COM – Pemanfaatan energi terbarukan terus menjadi solusi penting dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi listrik sekaligus mendorong efisiensi biaya. Sebagai wujud kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat, tim pelaksana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar program “Instalasi dan Edukasi Pemanfaatan Energi Surya sebagai Upaya Efisiensi Biaya Listrik di GMIM Viadolorosa Kairagi 2 Manado.”
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 11 hari, terhitung sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Program ini dikemas melalui pemasangan sistem pemanfaatan energi surya serta pemberian edukasi langsung kepada para pegawai gereja mengenai pentingnya pemanfaatan energi terbarukan.

Tekan Beban Listrik dan Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan
Melalui penggunaan energi surya, kebutuhan energi listrik di lingkungan gereja diharapkan dapat dikelola dengan lebih efisien sehingga berpotensi mengurangi beban biaya operasional penggunaan listrik harian. Selain memberikan manfaat ekonomis, pemanfaatan energi terbarukan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memasang perangkat energi surya yang dirancang khusus untuk memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi alternatif, termasuk untuk kebutuhan pencahayaan lampu. Selain proses instalasi fisik, para peserta dari pihak gereja juga dibekali penjelasan mengenai prinsip kerja sistem serta tata cara perawatan perangkat agar dapat difungsikan secara optimal dalam jangka panjang.

Sinergi Akademisi Polimdo dan Mitra Gereja
Kegiatan ini dipimpin oleh tim pengabdian dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Polimdo yang terdiri dari Herry Langi, Ali Ramschie, Ronny Katuuk, Johan Makal, Natanael Bijang, Edwin Lumenon, Anthoinete Waroh, Fanny Doringin, Stephy Walukow, Josephin Sundah, Ottopianua Melolo, Eliezer Rongre, Marike Kondoj, dan Yoice Putung.
Pihak mitra yang diwakili oleh Reflin Kaparang terlibat langsung dalam proses pemasangan lampu bertenaga surya tersebut. Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus percontohan penerapan energi terbarukan yang dapat dikembangkan lebih luas di lingkungan gereja maupun masyarakat sekitar.
Program kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga inovasi kampus dapat memberikan dampak langsung yang bermanfaat bagi kehidupan warga.
(ivn)
