Radarmanadoonline.com, MANADO — Kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Sulawesi Utara pada Maret 2026 mencapai 11.517 kunjungan. Jumlah ini naik 161,33 persen dibandingkan Maret 2025.
Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara dalam Berita Resmi Statistik Perkembangan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Maret 2026, pada 4 Mei 2026.
BPS mencatat, jumlah wisman pada Maret 2026 juga naik 25,31 persen dibanding Februari 2026. Pada Februari 2026, kunjungan wisman tercatat 9.191 kunjungan, kemudian meningkat menjadi 11.517 kunjungan pada Maret 2026.
Jika dibandingkan dengan Maret 2025, lonjakan terlihat lebih besar. Pada Maret 2025, jumlah kunjungan wisman ke Sulawesi Utara sebanyak 4.407 kunjungan.
Kunjungan wisman ke Sulut masuk melalui dua pintu utama, yakni Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Samudera Bitung. Pada Maret 2026, kunjungan melalui bandara mencapai 9.251 kunjungan, sedangkan melalui pelabuhan laut mencapai 2.266 kunjungan.
Dari sisi kebangsaan, wisman yang datang ke Sulawesi Utara didominasi oleh wisatawan asal Korea Selatan. Jumlahnya mencapai 4.174 kunjungan atau 36,24 persen dari total wisman pada Maret 2026.
Setelah Korea Selatan, wisman asal Tiongkok menjadi kelompok terbesar kedua dengan 4.073 kunjungan atau 35,37 persen. Berikutnya, Australia mencatat 913 kunjungan atau 7,93 persen.
BPS juga mencatat wisman asal Inggris sebanyak 693 kunjungan atau 6,02 persen, serta Amerika sebanyak 598 kunjungan atau 5,19 persen. Negara lain seperti Jerman, Singapura, Perancis, Belanda, Malaysia, Jepang, Filipina, Rusia, dan India juga tercatat dalam kunjungan Maret 2026.
Kenaikan kunjungan wisman ini ikut berhubungan dengan pergerakan sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel bintang di Sulawesi Utara pada Maret 2026 mencapai 43,28 persen.
TPK hotel bintang tersebut naik 0,08 poin dibanding Februari 2026. Jika dibandingkan dengan Maret 2025, TPK hotel bintang naik 9,82 poin.
Sementara itu, rata-rata lama menginap total tamu di hotel bintang pada Maret 2026 tercatat 1,66 hari. Angka ini turun dibanding Februari 2026 yang mencapai 1,97 hari.
Kenaikan kunjungan wisman menjadi sinyal penting bagi sektor pariwisata Sulawesi Utara. Dampaknya tidak hanya terasa pada hotel, tetapi juga pada transportasi, restoran, pelaku perjalanan wisata, destinasi wisata, dan UMKM yang berada di kawasan wisata.
Dengan dominasi wisatawan asal Korea Selatan dan Tiongkok, pelaku pariwisata Sulut memiliki peluang untuk memperkuat layanan, promosi, dan paket wisata yang sesuai dengan karakter pasar Asia Timur. (rpr)






