25.1 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda ekonomi Korea Selatan dan Tiongkok Dominasi Kunjungan Wisman ke Sulut

Korea Selatan dan Tiongkok Dominasi Kunjungan Wisman ke Sulut

Wisman Korea Selatan dan Tiongkok mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara.

Radarmanadoonline.com, MANADO — Wisatawan mancanegara asal Korea Selatan dan Tiongkok mendominasi kunjungan wisman ke Sulawesi Utara pada Maret 2026. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat dua negara tersebut menjadi penyumbang terbesar dari total 11.517 kunjungan wisman.

Dalam Berita Resmi Statistik Perkembangan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Maret 2026, BPS mencatat wisman asal Korea Selatan mencapai 4.174 kunjungan. Angka ini setara 36,24 persen dari total kunjungan wisman ke Sulut pada Maret 2026.

Sementara itu, wisman asal Tiongkok tercatat 4.073 kunjungan atau 35,37 persen. Jika digabung, Korea Selatan dan Tiongkok menyumbang lebih dari 70 persen total kunjungan wisman ke Sulawesi Utara pada bulan tersebut.

Australia berada di posisi ketiga dengan 913 kunjungan atau 7,93 persen. Berikutnya, Inggris mencatat 693 kunjungan atau 6,02 persen, disusul Amerika 598 kunjungan atau 5,19 persen.

BPS juga mencatat wisman dari sejumlah negara lain, antara lain Jerman sebanyak 243 kunjungan, Singapura 88 kunjungan, Perancis 79 kunjungan, Belanda 48 kunjungan, Malaysia 33 kunjungan, Jepang 21 kunjungan, Filipina 13 kunjungan, Rusia 10 kunjungan, dan India 8 kunjungan. Kelompok negara lainnya mencapai 523 kunjungan.

Baca Juga:  Ekspor Sulut Semester I 2025 Naik 54 Persen, Minyak Nabati Jadi Andalan

Secara keseluruhan, kunjungan wisman ke Sulawesi Utara pada Maret 2026 mencapai 11.517 kunjungan. Jumlah ini naik 25,31 persen dibanding Februari 2026 yang mencatat 9.191 kunjungan.

Dibandingkan Maret 2025, kenaikan kunjungan wisman lebih tinggi, yakni 161,33 persen. Pada Maret 2025, jumlah wisman ke Sulut tercatat 4.407 kunjungan.

Kunjungan wisman tersebut masuk melalui dua pintu utama, yakni Bandara Sam Ratulangi dan Pelabuhan Samudera Bitung. Pada Maret 2026, wisman yang masuk melalui bandara mencapai 9.251 kunjungan, sedangkan melalui pelabuhan laut sebanyak 2.266 kunjungan.

Dominasi Korea Selatan dan Tiongkok menjadi sinyal penting bagi arah pengembangan pariwisata Sulut. Pasar Asia Timur terlihat menjadi penopang utama kunjungan wisatawan asing ke daerah ini.

Bagi pelaku pariwisata, data ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Mulai dari kesiapan pemandu wisata, informasi destinasi, layanan hotel, kuliner, hingga promosi paket wisata yang relevan dengan wisatawan Asia Timur.

Kenaikan kunjungan wisman juga berkaitan dengan sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel bintang di Sulut pada Maret 2026 mencapai 43,28 persen, naik 9,82 poin dibanding Maret 2025.

Baca Juga:  Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Mantiri Minta Dukungan Masyarakat Jaga Kota Bunga Aman dari Kriminalitas

Dengan komposisi kunjungan tersebut, pariwisata Sulut memiliki peluang memperkuat posisi sebagai destinasi internasional. Namun, peluang ini perlu diikuti kesiapan layanan, konektivitas, dan promosi yang lebih terarah pada pasar wisatawan utama. (rpr)

Bagaimana Pendapatmu?