Radarmanadoonline.com, MANADO — Generasi Z menjadi kelompok generasi terbesar di Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik pada 5 Mei 2026.
Dalam laporan tersebut, BPS mencatat Gen Z mencakup 24,02 persen dari total penduduk Sulawesi Utara. Angka ini menempatkan Gen Z sebagai kelompok generasi dengan proporsi terbesar dibanding kelompok generasi lainnya.
BPS mengelompokkan penduduk menurut tahun kelahiran. Dalam SUPAS 2025, Gen Z adalah penduduk yang lahir pada periode 1997–2012 atau diperkirakan berusia 13–28 tahun pada 2025.
Setelah Gen Z, kelompok terbesar berikutnya adalah Milenial dengan proporsi 23,57 persen. Generasi ini mencakup penduduk yang lahir pada 1981–1996 atau berusia sekitar 29–44 tahun pada 2025.
Jika digabung, Gen Z dan Milenial mencakup hampir separuh populasi Sulawesi Utara. BPS menyebut kombinasi kedua generasi muda ini menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini.
Kelompok generasi lainnya terdiri dari Gen X sebesar 20,30 persen, Post Gen Z 18,55 persen, Baby Boomer 12,25 persen, dan Pre-Boomer 1,31 persen. Data ini memperlihatkan bahwa struktur penduduk Sulut masih ditopang oleh kelompok usia muda dan produktif.
Komposisi tersebut menjadi penting karena Gen Z dan Milenial merupakan kelompok yang saat ini banyak terhubung dengan pendidikan, pasar kerja, teknologi digital, kewirausahaan, dan konsumsi rumah tangga.
Bagi Sulawesi Utara, dominasi Gen Z dapat menjadi peluang jika diikuti dengan penguatan kualitas sumber daya manusia. Kebutuhan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, literasi digital, dan akses pekerjaan menjadi isu yang semakin relevan.
Data SUPAS 2025 juga menunjukkan penduduk usia produktif 15–64 tahun di Sulawesi Utara masih mendominasi dengan proporsi 68,51 persen. Sementara itu, rasio ketergantungan tercatat 45,95, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 hingga 46 penduduk usia nonproduktif.
Dengan komposisi tersebut, bonus demografi masih menjadi ruang penting bagi Sulawesi Utara. Namun, peluang ini sangat bergantung pada kemampuan daerah menyiapkan pendidikan, keterampilan, lapangan kerja, dan ekosistem ekonomi yang mampu menyerap generasi muda.
Selain itu, tingginya porsi Gen Z juga memberi sinyal bagi pemerintah daerah, kampus, pelaku usaha, dan sektor industri untuk lebih memahami kebutuhan kelompok muda. Mulai dari akses pendidikan, kesempatan kerja pertama, kemampuan digital, hingga peluang usaha berbasis teknologi.
SUPAS 2025 menempatkan Gen Z bukan hanya sebagai kelompok penduduk terbesar, tetapi juga sebagai salah satu penentu arah pembangunan Sulawesi Utara dalam beberapa tahun ke depan. (rpr)






