26.1 C
Manado
Minggu, Mei 17, 2026
spot_img
Beranda Hukum dan Kriminal LBH dari Gerindra : Tuntaskan Kasus Dibalik Kematian Evia

LBH dari Gerindra : Tuntaskan Kasus Dibalik Kematian Evia

Santrawan bersama Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo

MANADO – radarmanadoonline.com- Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) partai Gerindra (Gerakan Kristen Indonesia Raya atau Gekira) yang juga praktisi hukum kenamaan Sulut Dr Santrawan Paparang SH, MH, MKn mengomentari perkembangan seputar kematian Evia Mangolo.
” Masyarakat tentu berharap tidak berlarut-larut ketika ada dugaan-dugaan lain yang muncul. Karena ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan,” kata Santrawan yang banyak terlibat menjadi ahli hukum pidana oleh Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres-Polres di Jakarta termasuk juga oleh Polda Sulut.
BOLA LIAR !
Bola liar menggelinding seputar kematian mahasiswi Unima Evia Mangolo.
Memori card CCTV disebut sudah diserahkan pemilik kos ke Polres Tomohon menjadi tanda tanya besar karena dianggap didiamkan.
” Mestinya memori card CCTV itu di buka hari itu juga supaya tabir segera terkuak,” kata Ary Somba, aktivis asal Tomohon yang juga pengurus Laskar Manguni Indonesia (LMI) Tomohon.
Sebab, kata dia, memori card tersebut sudah diserahkan pemilik kos ke pihak penyidik Polres Tomohon. Terkhusus yang menangani perkara ini bidang Reskrim.
” Supaya tidak membias atau jadi opini bagaikan bola liar,” kata dia.
Kasat Reskrim Polres Tomohon Royke Mantiri saat dihubungi media ini guna menanyakan hal tersebut belum berkomentar lebih dalam.
” Silahkan berkoordinasi dengan Polda, soal laporannya di Polda dan yang lakukan penyelidikan dari Polda,” kata Mantiri.
” Sekadar informasi mungkin sudah di terima Polda, makasih,” kata Mantiri melalui pesan pendek whatsapp.
Hingga kini penguakan kasus dibalik kematian Evia masih belum berujung meski secara fisik dia ditemukan bunuh diri.
Namun sinyalemen adanya pelecehan terhadap dirinya sehingga dia bunuh diri itu yang ditunggu-tunggu publik.
Bahkan, Ary secara gamblang menyebut bahwa sebenarnya kematian Evia bukanlah bunuh diri.
” (Dugaan) Ini pembunuhan !,” tandas dia. ” Kalau bunuh diri, lidahnya keluar dan kotoran juga. Anehnya tubuhnya juga ada semcam lebam-lebam” kata dia sambil menambahkan mereka juga ikut memonitor perkembangan sejak awal. (ram)

Disebut Santrawan ada beberapa alasan yang justru mesti diungkap ke publik.
Pertama, menurut dia, secara psikologis keluarga korban perlu ketenangan dan sudah tentu berharap agar dugaan-dugaan lain selain bunuh diri terungkap.
Karenanya, memori card CCTV harus segera dibuka dan diselidiki soal kronologisnya.
Kedua, kepolisian dituntut agar membuka terang benderang perkara ini supaya tidak menimbulkan opini liar yang terus berkembang.
Ketiga, pihak kampus agar mendukung sepenuhnya penguakan tabir kematian Evia dengan jalan membongkar jika ada korban lain dari oknum dosen berinisial DM tersebut.
” Ingat perguruan tinggi menjadi filter terakhir dari jenjang pendidikan yang sudah tentu harus menelorkan SDM berkualitas. Mau kualitas bagaimana jika ada oknum dosen berperilaku seperti itu,” kata Santrawan yang diberi mandat oleh pembina Gerindra Hashim Djojohasikusumo sebagai ketua LBH Gekira salah satu underbow partai besutan Presiden RI Prabowo Subianto.
” Moral dan etika dosen juga dipertaruhkan dari perkara ini,” kata
Santrawan juga sebagai dosen hukum pidana di Pasca Sarjana yang mengajar juga pada beberapa kampus ternama di Jakarta. (ram)

Baca Juga:  Gelar Operasi Cipta Kondisi, Polsek Ratatotok dan Brimob Polda Sulut Temukan Warga Membawa Senjata Angin Rakitan

Bagaimana Pendapatmu?